Gelombang Tinggi, Pelayaran Labuan Bajo Dihentikan

4 weeks ago 23

Gelombang Tinggi, Pelayaran Labuan Bajo Dihentikan KSOP Labuan Bajo menutup sementara pelayaran kapal wisata akibat potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Manggarai Barat. - Antara.

Harianjogja.com, LABUAN BAJO—Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara seluruh aktivitas pelayaran kapal wisata dan kapal lainnya di perairan Manggarai Barat guna mengantisipasi dampak potensi cuaca ekstrem.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan penutupan sementara tersebut berlaku untuk seluruh wilayah perairan Manggarai Barat dan telah diberlakukan sejak diterbitkannya peringatan cuaca ekstrem.

“Penutupan sementara ini berlaku untuk seluruh wilayah perairan Manggarai Barat,” kata Stephanus saat dihubungi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa.

Larangan berlayar telah disampaikan kepada para nakhoda melalui Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada pelaut tertanggal 29 Desember 2025.

Penutupan aktivitas pelayaran ini mengacu pada informasi tinggi gelombang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan nomor No.B/ME.01.02/PDGTI29/DMM/XII/2025 tertanggal 29 Desember 2025.

Stephanus menegaskan, selama cuaca belum membaik, pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak akan diterbitkan.

“Pelayanan surat persetujuan berlayar (SPB) untuk semua kapal wisata, termasuk speedboat, ditutup sementara sampai cuaca kembali membaik,” ungkapnya.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pencegahan kecelakaan laut mengingat tingginya potensi gelombang dan arus kuat di wilayah perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.

Selain penutupan pelayaran, KSOP Labuan Bajo juga mengimbau seluruh nakhoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.

Nakhoda diminta memastikan kelaiklautan kapal serta segera mencari perlindungan apabila cuaca memburuk.

“Memberitahukan kepada kapal lainnya jika mengetahui adanya bahaya cuaca,” ujarnya.

Ia juga meminta kapal untuk berlabuh atau melakukan mooring di area yang terlindung dari gelombang tinggi dan arus kuat, dengan awak dan mesin kapal dalam kondisi siaga.

“Berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news