Goa Halo Tabung Maratua Tawarkan Wisata Karst Sarat Edukasi

9 hours ago 4

Goa Halo Tabung Maratua Tawarkan Wisata Karst Sarat Edukasi

Pemcam Maratua mengembangkan Goa Halo Tabung sebagai destinasi wisata edukasi geologi yang memadukan keindahan karst dan pelestarian budaya lokal. /Antara.

Harianjogja.com, BERAU—Pemerintah Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus mengembangkan potensi Goa Halo Tabung sebagai destinasi wisata edukasi geologi. Kawasan karst tersebut tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai proses pembentukan bumi sekaligus pelestarian budaya lokal.

Camat Maratua, Ashari, mengatakan Goa Halo Tabung memiliki nilai ilmiah yang tinggi sehingga layak dikembangkan sebagai wahana edukasi bagi wisatawan maupun peneliti.

"Keberadaan gua karst ini tidak hanya sekadar menawarkan keindahan pesona alam semata, tetapi juga difungsikan menjadi laboratorium hidup yang sangat kaya akan nilai edukasi tentang sejarah pembentukan bumi kita," kata Ashari di Berau, Sabtu.

Kolam Air Payau Terbentuk dari Proses Alam Ribuan Tahun

Goa Halo Tabung yang berada di Kampung Payung-Payung memiliki ciri khas berupa kolam alami memanjang dengan air payau berwarna kebiruan yang tetap jernih.

Menurut Ashari, fenomena geologi tersebut terbentuk melalui proses pelarutan batu kapur yang berlangsung selama ribuan tahun. Air hujan yang menyerap karbon dioksida berubah menjadi asam lemah, kemudian meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan kapur secara perlahan.

"Melalui proses pelarutan batuan di sepanjang retakan dan celah tanah secara perlahan tersebut, alam pada akhirnya membentuk sebuah cekungan mengerucut ke bawah hingga mencapai kedalaman sekitar 25 meter," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan air payau di bagian tengah gua dipengaruhi oleh pasang surut air laut yang masuk secara alami melalui celah-celah batuan di kawasan pesisir.

Jarak bibir gua dengan laut lepas yang hanya sekitar 50 meter membuat volume air di dalam kolam tetap terjaga sepanjang waktu.

"Jarak bibir daratan gua dengan laut lepas yang hanya terpaut sekitar 50 meter membuat volume ketersediaan air di dalam kolam selalu terjaga kelestariannya secara alami sepanjang waktu," kata dia.

Nama Goa Berasal dari Bahasa Suku Bajau

Selain memiliki nilai geologi, Goa Halo Tabung juga menyimpan kekayaan budaya lokal. Nama destinasi tersebut berasal dari bahasa Suku Bajau, di mana kata Halo berarti laguna, sedangkan Tabung merujuk pada jenis ikan kakap atau ikan tompel yang biasa ditangkap nelayan setempat.

Ashari menilai penggunaan bahasa lokal sebagai nama kawasan wisata menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat pesisir Maratua.

"Penyematan identitas bahasa lokal pada nama situs geologi ini menjadi cara efektif kami untuk terus merawat warisan tradisi lisan serta identitas kebaharian masyarakat pesisir Maratua," ucap Ashari.

Dorong Wisata Berbasis Edukasi dan Konservasi

Pemerintah Kecamatan Maratua berharap perpaduan antara edukasi geologi dan pelestarian budaya mampu meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap pentingnya menjaga ekosistem kawasan karst.

Menurut Ashari, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam Goa Halo Tabung, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai proses geologi serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Kami sangat berharap setiap wisatawan yang datang tidak cuma berlibur menikmati keindahan airnya, tetapi pulang membawa tambahan wawasan baru tentang betapa pentingnya menjaga ekosistem kawasan karst ini," kata Ashari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news