SLEMAN—Dikukuhkan sebagai geopark atau taman bumi tingkat nasional, Geopark Jogja terus hadir mengedukasi masyarakat tentang uniknya taman bumi. Di Geology Total Action (GTA) 2025 UPN Veteran Yogyakarta, Geopark Jogja hadir memberikan berbagai edukasi kepada sivitas kampus.
Sekretaris Badan Pengelola Geopark Jogja, Anandia Ayu Setiawati menjelaskan Geopark Jogja baru saja mendapatkan titel sebagai Geopark Nasional. Dengan hadir di GTA ini, Ayu bersama timnya ingin menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa DIY punya satu objek baru berupa Geopark Jogja.
BACA JUGA: Foto-foto Aksi Penjarahan Massa di Rumah Anggota DPR RI Eko Patrio
"Geopark Jogja itu ada di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo termasuk Kota Jogja," terang Ayu pada Sabtu (30/8/2025) di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta.
Total ada 15 geosite yang tersebar di berbagai di DIY. Di Sleman salah satu lokasi yang masuk dalam geosite adalah Tebing Breksi Piroplastik Purba Sambirejo. Di Kulonprogo ada Formasi Nanggulan Eosen Kalibawang yang juga termasuk dalam geosite di Geopark Jogja. Sementara di Bantul ada Gumuk Pasir Parangtritis yang masuk dalam geosite di Geopark Jogja.
Secara garis besar Ayu menjelaskan jika Geopark Jogja memiliki tiga tujuan, yakni konservasi, edukasi dan juga pemberdayaan masyarakat. Dari sisi konservasi, Geopark Jogja berupaya melindungi geosite yang memiliki nilai keunikan dibanding batuan-batuan lainnya. Perlindungan itu diharapkan bisa paling tidak bermanfaat untuk masyarakat.
Di GTA 2025, Geopark Jogja menjadi bagian dalam Company Expo. Ayu bilang kehadiran Geopark Jogja di kegiatan ini sebagai media edukasi kepada sivitas kampus. "Ini bagian dari upaya kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama kampus, karena kami juga punya program Campus Goes To Geopark,"
Banyak pengetahuan dapat digali para pengunjung di stan milik Geopark Jogja. Pengetahuan yang diberikan disajikan dengan penyampaian menarik, termasuk lewat gim.
"Kami ada beberapa leaflet, kemudian kami ada maket. Maket terkait dengan tema dari Geopark Jogja, yaitu sumbu keistimewaan, sumbu imajiner. Lalu ada [maket] gambaran terkait dengan bagaimana proses gemuk pasir terbentuk," ujarnya.
Ayu melanjutkan pada kegiatan ini, Geopark Jogja juga menyajikan buku mengenai taman bumi. Tak hanya itu, Geopark Jogja bahkan mempunyai sebuah komik dengan nuansa geopark.
"Kami juga punya komik, komik terkait dengan geopark, itu kami untuk menunjukkan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada pendidikan sekolah menengah dasar melalui komik," tandasnya.
Selain itu, Geopark Jogja bahkan membawa sampel batuan asli dari beberapa geosite. Ayu bilang batuan itu dibawa agar pengunjung menyaksikan langsung keunikan dari batuan tersebut.
Ayu berharap kehadiran Geopark Jogja di kampus dapat membuat Geopark Jogja makin dikenal. Muaranya, dia berharap makin banyak masyarakat dari berbagai elemen yang sadar akan potensi Geopark Jogja.
"Kami berharap Geopark Jogja itu makin banyak dikenal oleh masyarakat. Kemudian makin banyak yang sadar potensi bahwa di Jogja ini banyak keunikan di dalamnya, keunikan batuan yang kemudian harus dilestarikan dan ketika mau memanfaatkan harus dimanfaatkan secara baik dan berlanjutan," tegasnya.
Ketua Pelaksana GTA 2025, Farrel Aziz San Saputra menjelaskan GTA sendiri merupakan program unggulan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Pangea UPNV Yogyakarta. GTA merupakan agenda tahunan yang berisi kegiatan kompetisi dan nonkompetisi.
Untuk kegiatan kompetisi, GTA 2025 menghadirkan lompa paper dan poster tingkat mahasiswa. Selain itu ada pula kegiatan Smart Competition untuk mahasiswa kebumian, The Pangea Earth Science untuk tingkat pelajar dan masih banyak lagi.
Sementara itu untuk agenda nonkompetisi, GTA 2025 dijelaskan Farrel menggelar seminar, Dusun Mitra hingga Company Expo.
Farrel berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah berkumpulnya elemen di bidang kebumian untuk berbagi pengetahuan. Selain itu kegiatan ini dapat mengasah pengetahuan mahasiswa maupun pelajar di bidang kebumian.
"Tiap tahun kami menggali tema-tema yang baru sehingga mahasiswa atau siswa-siswa yang kami jangkau tidak itu-itu saja, jadi kami bisa menjangkau semuanya. Kemudian kami mempertemukan mereka dalam satu forum, dalam perlombaan, Company Expo yang juga berkaitan dengan temanya sehingga mereka bisa mengulik tema yang mereka minati," tegasnya. (Advertorial)