
Wali Kota Solo, Respati Ardi. /Solopos-Kurniawan.
Harianjogja.com, SOLO— Harta kekayaan Wali Kota Solo Respati Ardi meningkat signifikan dalam laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta Respati tercatat Rp8.041.579.936 pada 2025, naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024.
Perbandingan LHKPN tersebut menunjukkan adanya perubahan cukup besar pada nilai aset yang dilaporkan Respati setelah dirinya menjabat sebagai Wali Kota Solo periode 2025-2030. Pada LHKPN 2024, total harta kekayaan Respati tercatat sekitar Rp2 miliar dan tidak terdapat utang.
Dalam LHKPN 2025, harta kekayaan Respati terdiri atas sejumlah kategori aset. Nilai tanah dan bangunan tercatat Rp5,5 miliar, sedangkan alat transportasi dan mesin mencapai Rp1,095 miliar.
Selain itu, Respati melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp77.499.000. Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp1,775 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp294.080.936.
Berbeda dengan laporan 2024, dalam LHKPN 2025 Respati tercatat memiliki utang sebesar Rp700 juta.
Tanah dan Bangunan Capai Rp5,5 Miliar
Salah satu komponen terbesar harta Respati pada LHKPN 2025 berasal dari aset tanah dan bangunan. Total nilai aset pada kategori tersebut mencapai Rp5,5 miliar.
Aset pertama berupa tanah dan bangunan seluas 153 meter persegi/70 meter persegi di Kabupaten Sukoharjo. Properti tersebut dilaporkan memiliki nilai Rp1,5 miliar.
Kemudian terdapat tanah dan bangunan seluas 400 meter persegi/80 meter persegi di Sukoharjo dengan nilai Rp2 miliar. Respati juga memiliki tanah dan bangunan seluas 383 meter persegi/383 meter persegi di Karanganyar senilai Rp2 miliar.
Dengan demikian, tiga bidang tanah dan bangunan yang tercantum dalam LHKPN 2025 menyumbang sebagian besar nilai kekayaan yang dilaporkan Respati.
Punya Tujuh Kendaraan
Selain properti, Respati melaporkan tujuh item alat transportasi dan mesin dengan nilai keseluruhan Rp1,095 miliar.
Koleksi kendaraan tersebut terdiri atas mobil Toyota Innova G tahun 2012 senilai Rp145 juta, Suzuki Jimny tahun 2024 senilai Rp500 juta, dan Toyota Innova tahun 2018 senilai Rp300 juta.
Untuk kendaraan roda dua, Respati tercatat memiliki motor Honda Stylo tahun 2024 senilai Rp27 juta serta Kawasaki Ninja tahun 2012 senilai Rp28 juta.
Respati juga melaporkan dua sepeda, yakni Brompton tahun 2020 senilai Rp20 juta dan Cannondale tahun 2020 senilai Rp75 juta.
Jika dibandingkan dengan LHKPN 2024, daftar kendaraan Respati mengalami perubahan. Pada laporan 2024, alat transportasi dan mesin yang dimiliki bernilai Rp342 juta.
Saat itu, aset kendaraan Respati terdiri atas mobil Honda Jazz tahun 2017 senilai Rp197 juta serta Toyota Innova G tahun 2012 senilai Rp145 juta.
Harta Respati pada 2024 Sekitar Rp2 Miliar
Sebelumnya, Respati Achmad Ardianto, 36, resmi dilantik sebagai Wali Kota Solo periode 2025-2030 pada Kamis (20/2/2025). Ketika dilantik, harta kekayaannya berdasarkan LHKPN tercatat kurang lebih Rp2 miliar.
LHKPN yang disampaikan Respati kepada KPK pada 2024 mencatat total aset tanah dan bangunan senilai Rp675 juta. Nilai tersebut berasal dari dua aset properti di Kabupaten Sukoharjo.
Aset pertama berupa tanah dan bangunan seluas 153 meter persegi/70 meter persegi di Sukoharjo dengan nilai Rp150 juta. Aset kedua berupa tanah dan bangunan seluas 400 meter persegi/80 meter persegi di Sukoharjo yang dilaporkan senilai Rp525 juta.
Pada kategori alat transportasi dan mesin, nilai aset Respati pada 2024 mencapai Rp342 juta. Nilai tersebut berasal dari Honda Jazz tahun 2017 senilai Rp197 juta dan Toyota Innova G tahun 2012 senilai Rp145 juta.
Selain tanah dan bangunan serta kendaraan, LHKPN 2024 mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp27,499 juta. Respati juga memiliki surat berharga senilai Rp150 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp825,7 juta. Pada laporan tersebut, Respati tidak tercatat memiliki utang.
Selisih Kekayaan Mencapai Sekitar Rp6 Miliar
Jika dibandingkan secara nominal, total harta yang dilaporkan Respati meningkat dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,041 miliar pada 2025. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp6 miliar dalam nilai harta yang tercantum pada kedua LHKPN tersebut.
Perubahan tersebut terlihat pada sejumlah komponen kekayaan, terutama tanah dan bangunan, surat berharga, kendaraan, serta kas dan setara kas. Pada saat yang sama, LHKPN 2025 juga mencatat adanya utang Rp700 juta.
Respati merupakan Wali Kota Solo yang memiliki latar belakang pengusaha. Ia kemudian memimpin Kota Solo untuk periode 2025-2030 setelah dilantik pada Februari 2025.
LHKPN menjadi salah satu dokumen yang memuat laporan kekayaan penyelenggara negara kepada KPK. Perbandingan laporan 2024 dan 2025 memberikan gambaran mengenai aset yang dilaporkan Respati sebelum dan setelah menjabat sebagai kepala daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos

3 hours ago
1
















































