KapoldaSulsel dan Forkopimda mengunjungi pos jaga pintu II Pelabuhan Soekarno-Hatta. (Dok: Dwiki KabarMakassar)KabarMakassar.com — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam pergantian Tahun Baru 2026 di Sulawesi Selatan dilaporkan berlangsung relatif kondusif. Aparat kepolisian mencatat tidak adanya gangguan menonjol selama pelaksanaan pengamanan di sejumlah titik keramaian dan lokasi dengan mobilitas tinggi masyarakat.
Kondisi tersebut terpantau dalam rangkaian pemantauan Operasi Lilin 2025 yang dilakukan aparat kepolisian bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pemantauan difokuskan pada efektivitas pengamanan malam tahun baru serta kesiapan personel dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pemantauan langsung dilakukan pada malam Tahun Baru salah satunya di Pos Pengamanan Pintu II Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Lokasi tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu simpul transportasi laut dengan aktivitas penumpang dan logistik yang meningkat menjelang pergantian tahun.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., melakukan pengecekan kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana pengamanan, serta mekanisme pelayanan kepada masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pengamanan berjalan sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.
Selain pengecekan fisik, Kapolda Sulsel juga berdialog dengan petugas yang berjaga di pos pengamanan. Dialog tersebut difokuskan pada kondisi lapangan, potensi kerawanan, serta kendala yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan pengamanan malam tahun baru.
Usai peninjauan, dilakukan doa lintas agama sebagai bentuk refleksi dan harapan agar situasi keamanan tetap terjaga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan video konferensi bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk melaporkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam laporan tersebut, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa hingga malam pergantian tahun, situasi kamtibmas di wilayah hukum Sulawesi Selatan terpantau aman dan terkendali. Ia menyebut tidak ditemukan gangguan keamanan yang menonjol selama perayaan tahun baru berlangsung.
Ia juga melaporkan bahwa pengamanan malam tahun baru melibatkan 6.991 personel gabungan. Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian di tingkat Polda dan Polres, serta didukung oleh TNI dan instansi terkait lainnya. Kekuatan pengamanan disebar untuk mengantisipasi potensi gangguan di berbagai wilayah.
Menurutnya, terdapat 94 titik perayaan malam tahun baru yang menjadi fokus pengamanan. Konsentrasi keramaian terbesar tercatat berada di wilayah Makassar, disusul Bone dan Luwu Utara. Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan menyesuaikan karakteristik kerawanan di masing-masing daerah.
Kapolda Sulsel juga menyinggung dampak positif dari imbauan agar masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan, seperti dengan pesta kembang api atau konvoi. Imbauan tersebut dinilai berkontribusi terhadap situasi yang lebih terkendali dan minim gangguan.
“Situasi yang tenang ini diharapkan dapat terus terjaga. Personel tetap disiagakan untuk memastikan perayaan dan aktivitas masyarakat berlangsung aman,” ujar Djuhandhani dalam laporannya, Jumat (2/1)
Dengan hasil pemantauan tersebut, aparat menyatakan tetap melakukan pengawasan hingga seluruh rangkaian perayaan tahun baru berakhir. Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan gangguan keamanan, pengendalian kerumunan, serta perlindungan masyarakat di ruang publik.


















































