Jembatan Penghubung Kampung di Klaten Terputus karena Arus Deras

11 hours ago 3

Jembatan Penghubung Kampung di Klaten Terputus karena Arus Deras Jembatan di Dukuh/Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, ambrol. Foto diambil Jumat (4/4/2025). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)

Harianjogja.com, KLATEN–Jembatan penghubung antarkampung di Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah putus diterjang derasnya arus sungai pada Kamis (3/4/2025) malam.

Koordinator Relawan Karangdowo, Husni Thamrin, menjelaskan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. “Jembatan di Babadan, ambrol sekitar pukul 20.30 WIB. Penyebabnya karena derasnya arus. Sebelumnya kondisi jembatan sudah retak. Karena ada aliran arus sungai yang deras, sehingga abrasi dan ambrol,” kata Husni Thamrin, Kamis malam.

Husni menjelaskan jembatan itu menjadi penghubung antarkampung. Dia menambahkan Tim dari BPBD Klaten sudah melakukan meninjau kerusakan jembatan itu bersama Polsek, Koramil, pemerintah desa serta sukarelawan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Syahruna, membenarkan adanya kejadian jembatan ambrol itu. Jembatan yang ambrol sepanjang 20 meter dengan lebar 2,5 meter.

Jembatan berada di RT 02 RW 01, Dukuh Babadan. “Untuk sementara akses jalan dari Dukuh Babadan ke Dukuh Mriyan melewati jembatan ditutup,” kata Syahruna.

Sebelum ambrol, jembatan di Dukuh Babadan, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, masih menjadi akses warga meski hanya dibuka untuk pengendara sepeda motor. Sekitar 10 menit sebelum kejadian, masih ada pengendara yang melintas.

Salah satu warga, Amir, 52, mengungkapkan jembatan sebelumnya rusak pada bagian tiang penyangga tengah. Kerusakan itu sudah terjadi sekitar sebulan lalu.

BACA JUGA: Lalu Lintas Padat Merayap, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Kampung untuk Menuju Pintu Tol Jogja-Solo di Tamanmartani

Lantaran rusak, jembatan tak bisa dilintasi kendaraan roda empat atau mobil. Jembatan hanya bisa dilintasi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.

Pada Kamis malam, debit sungai meningkat seiring hujan yang mengguyur sejak Kamis siang. Derasnya arus sungai membuat jembatan ambrol pada Kamis malam.

Beruntung, saat jembatan ambrol tidak ada warga yang melintas. “Sebelum ambrol ada suara-suara retakan. Alhamdulillah saat itu tidak ada yang lewat. Sekitar 10 menit sebelumnya itu ada orang melintas mengendarai sepeda motor,” ungkap Amir.

Amir mengungkapkan jembatan itu menjadi penghubung antarkampung di wilayah Dukuh Babadan. Lantaran putus, kini warga harus memutar melintasi jembatan lain sekitar 500 meter.

Warga lainnya, Wibowo, 55, mengungkapkan jembatan itu menjadi akses utama warga setempat untuk ke sekolah hingga bekerja selain berbagai kegiatan sosial.

“Kalau sekarang lewat jembatan lain paling tidak memutar sekitar 2 km. Harapannya jembatan ini dibangun lagi oleh pemerintah,” kata Wibawa.

Sekretaris Desa (Sekdes) Babadan, Sigit, menjelaskan jembatan yang ambrol dibangun sekitar 1985. Dia membenarkan fondasi sisi tengah jembatan sebelumnya sudah rusak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news