Joan Laporta Usulkan Camp Nou Jadi Venue Final Piala Dunia 2030

5 hours ago 8

Jumali

Jumali Kamis, 17 September 2026 10:17 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Presiden Barcelona Joan Laporta ingin Spotify Camp Nou mendapat kesempatan menjadi lokasi final Piala Dunia 2030. Keinginan itu disampaikan setelah UEFA menetapkan stadion kebanggaan Barcelona tersebut sebagai venue final Liga Champions 2029.

Laporta menilai kapasitas Camp Nou yang setelah renovasi diproyeksikan mencapai 105.000 penonton menjadi salah satu alasan stadion tersebut layak dipertimbangkan untuk pertandingan puncak Piala Dunia.

Dalam wawancara dengan SER Catalunya dan Catalunya Ràdio, Laporta bahkan secara terbuka menyebut Camp Nou seharusnya menjadi pilihan dibandingkan kandidat lain.

“Seharusnya bukan Casablanca atau Madrid. Seharusnya Spotify Camp Nou. Casablanca dan Madrid adalah hal yang sama,” ujar Laporta dalam acara peringatan 50 tahun siaran sepak bola berbahasa Catalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Laporta dari Spotify Camp Nou ketika membahas sejumlah isu terkini Barcelona dan sepak bola Spanyol. Ia juga menyebut Barcelona akan mengajukan stadion tersebut sebagai kandidat lokasi final Piala Dunia 2030.

Camp Nou Sudah Dapat Final Liga Champions 2029

UEFA pada 15 September 2026 resmi menetapkan Camp Nou sebagai lokasi final Liga Champions 2029. Dengan keputusan itu, Barcelona akan menjadi tuan rumah salah satu pertandingan terbesar dalam kalender sepak bola Eropa.

Penetapan tersebut menjadi momentum penting bagi Camp Nou yang sedang menjalani proyek renovasi. Ketika Piala Dunia 2030 berlangsung, stadion tersebut diproyeksikan sudah rampung dan memiliki kapasitas sekitar 105.000 penonton.

Laporta kemudian ingin kesempatan menjadi tuan rumah diperluas. Menurut dia, final Piala Dunia 2030 akan menjadi ajang yang tepat untuk kembali membawa pertandingan sepak bola terbesar ke Barcelona.

Ia juga mengingatkan bahwa final Piala Dunia 1982 pernah berlangsung di Stadion Santiago Bernabéu, Madrid. Karena itu, Laporta menilai Barcelona layak mendapat kesempatan serupa pada edisi 2030.

“Salah satu alasannya adalah kapasitas 105.000 penonton. FIFA akan mempertimbangkannya dan Bernabéu sudah pernah menjadi tempat final,” kata Laporta.

Piala Dunia 2030 Digelar di Tiga Negara

Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan di Spanyol, Portugal, dan Maroko. FIFA telah menetapkan ketiga negara tersebut sebagai tuan rumah utama turnamen dengan total 101 pertandingan.

Selain itu, tiga pertandingan khusus perayaan 100 tahun Piala Dunia akan digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

FIFA juga telah menetapkan 21 Juli 2030 sebagai jadwal final Piala Dunia 2030. Namun, lokasi final belum ditetapkan, sehingga keinginan Laporta menempatkan Camp Nou sebagai venue final masih sebatas proposal dari pihak Barcelona.

Laporta Bicara soal Kaus Dukungan untuk Ceuta

Selain soal Camp Nou, Laporta turut memberikan tanggapan mengenai polemik kaus bertuliskan “Todos somos caballas” yang dikenakan pemain Elche dan Real Madrid sebelum pertandingan kedua tim.

Kylian Mbappé, Vinicius Junior, dan Ibrahima Konaté menjadi sorotan karena tidak memperlihatkan seluruh pesan pada kaus tersebut. Mbappé dan Vinicius mengenakannya dalam posisi tergulung hingga tulisan tidak terlihat penuh, sedangkan Konaté membawa kaus tersebut tanpa memperlihatkan pesannya.

Laporta mengatakan Barcelona menjunjung kebebasan berekspresi dan memberikan ruang kepada pemain untuk menyampaikan pandangan masing-masing.

“Kami membela kebebasan berekspresi, biarkan setiap orang melakukan apa yang menurut mereka harus dilakukan,” ujar Laporta.

Ia juga menyinggung insiden yang melibatkan suporter Barcelona di Elche. Laporta mengkritik tindakan aparat yang menurutnya berlebihan ketika menangani pengibaran bendera yang berkaitan dengan kelompok pendukung pro-kemerdekaan Catalonia.

Menurut Laporta, tindakan kekerasan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang normal dan kebebasan berekspresi tetap perlu dihormati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news