
Salah satu pengelola Juru Supit Bogem, Aulia Kurniadi, sedang menunjukkan papan nama usaha di Juru Supit Bogem, Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Kamis (4/6/2026)./ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN— Momentum libur sekolah dan rangkaian akhir pekan panjang membawa berkah bagi layanan sunat tradisional Juru Supit Bogem di Kalasan, Sleman. Permintaan sunat meningkat tajam dibanding hari-hari biasa, menjadikan periode pertengahan tahun sebagai musim tersibuk bagi pengelola.
Manajer Juru Supit Bogem, Aulia Kurniadi, mengatakan jumlah tamu yang datang untuk menjalani sunat selama masa liburan sekolah rata-rata berkisar antara 50 hingga 100 orang.
Bahkan pada masa puncak, terutama pada era pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an, jumlah kunjungan pernah mencapai 200 hingga 300 orang selama musim liburan.
“Jika liburan sekolah, rata-rata sekitar 50 sampai 100 orang. Dulu bahkan bisa mencapai 200 sampai 300 orang,” kata Aulia, Kamis (5/6/2026).
Tak hanya liburan sekolah, akhir pekan panjang juga menjadi waktu favorit masyarakat untuk menggelar prosesi sunat. Dalam satu hari pelayanan saat long weekend, jumlah tamu dapat mencapai 20 hingga 30 orang.
Menurut Aulia, jumlah tersebut berasal dari dua sesi layanan yang dibuka setiap hari, yakni pagi dan sore.
“Jika itu akhir pekan panjang, rata-rata sekitar 10-20 orang per sesi pagi. Ada lebih banyak di sore hari, tetapi lebih sedikit. Totalnya bisa sekitar 20-30 orang per hari,” ujarnya.
Antrean Diantisipasi dengan Penambahan SDM
Menghadapi lonjakan permintaan, pengelola telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan menambah meja pelayanan dan sumber daya manusia agar antrean tetap terkendali.
Meski layanan tetap melayani tamu yang datang langsung, masyarakat disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu untuk mendapatkan jadwal yang lebih pasti.
Aulia menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan keluarga Juru Supit Bogem yang berada di Ciracas, Jakarta Timur.
“Orang-orang juga bisa pergi ke Juru Supit Bogem di Ciracas, Jakarta Timur. Manajer di sana juga dari keluarga kami,” katanya.
Sunat Tak Lagi Sekadar Tradisi
Manajer Juru Supit Bogem lainnya, Dading Jatmika, menjelaskan tren sunat saat ini mengalami perubahan. Jika dulu lebih banyak dipengaruhi faktor budaya dan agama, kini kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan turut menjadi alasan utama masyarakat menjalani prosedur tersebut.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah tamu dewasa yang datang untuk sunat, termasuk mahasiswa dari luar daerah hingga warga negara asing.
Menurut Dading, sejumlah warga negara asing asal Tiongkok dan Australia tercatat pernah menggunakan jasa Juru Supit Bogem. Sebagian besar merupakan mualaf yang menjalani sunat sebagai bagian dari proses pendalaman agama.
Selain itu, mahasiswa asal Kupang, Bali, hingga Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jogja juga cukup banyak memanfaatkan layanan tersebut.
“Ada peningkatan kesadaran bahwa sunat berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan, bukan hanya tradisi budaya,” ujarnya.
Kerap Tangani Sunat Massal
Selain melayani sunat perorangan, Juru Supit Bogem juga kerap dipercaya menangani kegiatan sunat massal yang digelar berbagai organisasi maupun komunitas masyarakat.
Salah satunya melalui kerja sama dengan sebuah organisasi di Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, yang rutin menyelenggarakan sunatan massal saat momentum Iduladha.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari layanan sosial yang masih diminati masyarakat, terutama bagi keluarga yang ingin mengurangi biaya pelaksanaan sunat.
Jadwal dan Lokasi Layanan
Sebagai informasi, Juru Supit Bogem membuka layanan dua kali sehari, yakni pukul 07.00–09.00 WIB untuk sesi pagi dan pukul 15.00–17.00 WIB untuk sesi sore.
Khusus hari Jumat, layanan tidak beroperasi.
Lokasinya berada di Jalan Jogja–Solo Km 16, Bogem, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Masyarakat yang ingin menggunakan jasa sunat dapat menghubungi nomor 0856-0060-0610 untuk melakukan reservasi.
“Kami sarankan reservasi dulu,” kata Aulia.
Meningkatnya jumlah pengunjung selama musim liburan menunjukkan tradisi sunat masih menjadi agenda penting bagi banyak keluarga. Di sisi lain, tren kedatangan tamu dewasa dan warga negara asing menandakan bahwa kesadaran mengenai aspek kesehatan dan kebersihan kini semakin memengaruhi keputusan seseorang untuk menjalani sunat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

59 minutes ago
1

















































