Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada para pendukungnya menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November 2026. Trump menegaskan, kekalahan Partai Republik dalam kontestasi tersebut berpotensi langsung berujung pada upaya pemakzulan terhadap dirinya.
Dalam pernyataannya, Trump secara terbuka menyebut bahwa berpindahnya kendali DPR dan Senat ke tangan Partai Demokrat bukan sekadar perubahan peta politik, melainkan ancaman langsung terhadap kelangsungan kepemimpinannya di Gedung Putih. Ia meyakini oposisi akan segera menggunakan mayoritas di Kongres untuk menggulingkannya dari jabatan presiden.
“Saya Akan Dimakzulkan!” seru Trump dikutip dari FoxNews.
Ia menegaskan kekhawatirannya bahwa proses impeachment akan menjadi agenda utama Partai Demokrat jika mereka menguasai parlemen. Menurut Trump, tidak ada keraguan bahwa lawan politiknya akan segera memulai langkah tersebut begitu memperoleh kendali legislatif.
Selain risiko pemakzulan, Trump juga menyinggung potensi runtuhnya berbagai kebijakan strategis yang selama ini menjadi ciri pemerintahannya. Ia memperingatkan bahwa rakyat Amerika Serikat bisa “kehilangan begitu banyak hal” jika Partai Republik gagal mempertahankan mayoritas di Kongres.
Kebijakan pemotongan pajak, arah ekonomi nasional, serta sejumlah program prioritas yang ia perjuangkan sejak masa kampanye disebut Trump terancam dibatalkan secara sepihak. Ia menilai kemenangan Partai Demokrat akan membuka jalan bagi pembongkaran total agenda nasional yang telah dibangunnya.
Dalam refleksinya, Trump mengakui posisi Partai Republik saat ini tidak sepenuhnya aman jika merujuk pada tren sejarah politik Amerika Serikat. Ia menyinggung pola statistik yang menunjukkan bahwa partai presiden petahana kerap kehilangan kursi dalam pemilu paruh waktu.
“Secara statistik, ketika seorang presiden menang, mereka (partai pengusung) kalah dalam pemilihan paruh waktu. Saya tidak tahu mengapa. Itu tidak masuk akal,” ujar Trump.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Trump kini mendesak seluruh elemen Partai Republik—dari elite partai hingga pemilih akar rumput—untuk bekerja lebih keras memenangkan pemilu November 2026. Menurutnya, kemenangan mutlak di Kongres merupakan satu-satunya benteng untuk menjaga agenda pemerintahannya dari tekanan oposisi.
Narasi ancaman pemakzulan ini dinilai sebagai strategi politik Trump untuk meningkatkan urgensi dan partisipasi pemilih Republik. Dengan membingkai pemilu paruh waktu sebagai pertaruhan besar bagi masa depan kepresidenannya, Trump berharap dukungan terhadap Partai Republik dapat terkonsolidasi demi mempertahankan kontrol kebijakan di Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 hours ago
1
















































