Karhutla Bromo Capai 550 Hektare, Diduga karena Human Error

2 hours ago 2

Karhutla Bromo Capai 550 Hektare, Diduga karena Human Error

Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (3/8/2026). ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah mencapai sekitar 550 hektare hingga Senin (10/8/2026). Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago menduga kebakaran tersebut dipicu kelalaian manusia atau human error.

Djamari mengatakan aktivitas manusia di kawasan Bromo menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melihat kemungkinan penyebab kebakaran. Suhu kawasan Bromo yang cenderung dingin membuat pengunjung kerap melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api untuk menghangatkan tubuh.

"Seperti yang Anda tahu ya, Bromo itu kan dingin, kemudian banyak orang di situ datang, bahkan kedinginan-kedinginan... bakar begitu ya ataupun dia lupa memadamkannya," katanya di Kemenkopolkam, Senin (10/8/2026).

Menurut Djamari, kelalaian manusia juga pernah menjadi pemicu kebakaran di kawasan Bromo beberapa tahun lalu. Ia menyinggung peristiwa pasangan yang melakukan foto prewedding menggunakan properti berupa flare yang kemudian memicu kebakaran.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Djamari juga menyebut dugaan kelalaian manusia dalam kebakaran yang terjadi di Gunung Gede Pangrango. Namun, dia menegaskan penyebab kebakaran kawasan hutan dapat dipengaruhi banyak faktor sehingga belum dapat dipastikan secara rinci.

"Kira-kira begitu, karena human error. Saya kira banyak sekali hal yang berkaitan dengan human error. Belum tahu persis," tandasnya.

Ia mengatakan saat ini hanya terdapat satu titik api di kawasan Bromo dan penanganan secara bertahap terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Djamari turut menyebut terdapat 107.000 hektare lahan yang dilalap api. Namun, dalam perkembangan data khusus karhutla kawasan Gunung Bromo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat luas area terdampak mencapai kurang lebih 550 hektare.

Karhutla Bromo Capai 550 Hektare

Data BPBD Provinsi Jawa Timur hingga Senin (10/8/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo telah meluas sekitar 550 hektare. Kobaran api juga dilaporkan semakin mengkhawatirkan karena mendekati area permukiman warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara. Pendataan ulang masih dilakukan sehingga luas wilayah yang terdampak dapat kembali berubah.

"Area kebakaran hutan dan lahan Gunung Bromo terhitung kurang lebih seluas 550 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang," ujar Satriyo dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Perkembangan tersebut membuat penanganan karhutla di kawasan Bromo terus menjadi perhatian. Di sisi lain, dugaan penyebab kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut karena informasi mengenai human error yang disampaikan Djamari masih berupa dugaan.

Pemerintah dan petugas di lapangan masih melakukan penanganan terhadap titik api yang tersisa. Kondisi kawasan yang luas serta kedekatan api dengan permukiman menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian kebakaran.

Kebakaran di Bromo juga kembali menyoroti risiko aktivitas manusia di kawasan hutan dan pegunungan. Penggunaan api, termasuk untuk menghangatkan tubuh maupun kegiatan lain, dapat menjadi faktor yang perlu diwaspadai terutama ketika api tidak dipastikan benar-benar padam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news