Profil Kilang Jazan Aramco Dibom Houthi Yaman, Kapasitas 400.000 Barel

3 hours ago 2

Profil Kilang Jazan Aramco Dibom Houthi Yaman, Kapasitas 400.000 Barel

Foto ilustrasi dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Kilang Minyak Jazan atau Jazan Refinery Complex milik Saudi Aramco menjadi sasaran serangan kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran. Serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone tersebut terjadi ketika fasilitas pengolahan minyak berkapasitas 400.000 barel per hari (bpd) itu memiliki posisi strategis bagi industri energi Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, sebagaimana dilansir Reuters, mengatakan kelompoknya mengarahkan serangan drone ke kilang minyak Jazan. Fasilitas tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Houthi.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi terjadinya kebakaran di kilang tersebut. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban luka dalam insiden itu, sementara pihak berwenang masih menangani kejadian tersebut tanpa menjelaskan penyebab kebakaran.

Serangan itu terjadi hanya dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Kesepakatan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketidakstabilan regional akibat perang AS-Israel terhadap Iran.

Kilang Jazan Berkapasitas 400.000 Barel per Hari

Kilang Jazan merupakan fasilitas pengolahan minyak bumi dan petrokimia terpadu milik Saudi Aramco yang berada di Kota Ekonomi Jazan, Provinsi Jazan, Arab Saudi. Fasilitas yang terletak di pesisir Laut Merah tersebut beroperasi secara komersial sejak 2021.

Saudi Aramco sepenuhnya memiliki dan mengoperasikan kompleks tersebut. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 400.000 barel per hari, kilang Jazan dirancang untuk mengolah minyak mentah jenis Arab Heavy dan Arab Medium menjadi berbagai produk bernilai tinggi.

Produk yang dihasilkan antara lain bensin, avtur, serta ultra-low sulfur diesel yang memenuhi standar emisi ketat global. Kapasitas tersebut menjadikan Kilang Jazan sebagai salah satu fasilitas penting dalam rantai pengolahan minyak Saudi Aramco.

Lokasi kilang di wilayah pesisir juga memberikan nilai strategis tersendiri. Kompleks tersebut terhubung dengan fasilitas pendukung, termasuk tangki penyimpanan berkapasitas besar dan akses langsung menuju Pelabuhan Jazan atau Jazan Port.

Akses tersebut mendukung distribusi produk hasil pengolahan minyak, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Posisi Jazan di pesisir Laut Merah juga memberikan akses terhadap jalur perdagangan maritim.

Didukung Teknologi IGCC

Kompleks Jazan memiliki integrasi teknologi yang menjadi salah satu keunggulannya. Salah satunya adalah fasilitas Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC) yang disebut sebagai fasilitas terbesar di dunia dan digunakan untuk menghasilkan daya listrik mandiri bagi operasional kompleks.

Sistem tersebut menjadi bagian dari integrasi fasilitas pengolahan minyak dan petrokimia di Jazan. Kompleks ini juga ditopang berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan untuk kegiatan pengolahan dan distribusi produk.

Dengan kombinasi fasilitas pengolahan, pembangkit listrik mandiri, penyimpanan, serta akses pelabuhan, Kilang Jazan dibangun sebagai kompleks energi terpadu. Infrastruktur tersebut mendukung pengolahan minyak mentah sekaligus penyaluran produk hasil kilang.

Posisi Jazan Strategis bagi Arab Saudi

Keberadaan Kilang Jazan memiliki arti strategis bagi Arab Saudi. Selain mendukung diversifikasi ekonomi, kompleks tersebut menciptakan lapangan kerja di wilayah barat daya Arab Saudi yang sebelumnya relatif kurang tersentuh industri besar.

Kilang tersebut juga berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional di wilayah selatan Arab Saudi. Posisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan Laut Merah membuat Jazan memiliki peran penting dalam jaringan pasokan produk olahan minyak Saudi Aramco.

Kehadiran Jazan sebagai fasilitas pengolahan sekaligus kawasan yang terhubung dengan pelabuhan membuatnya memiliki fungsi dalam distribusi produk minyak ke pasar domestik maupun internasional. Karena itu, gangguan terhadap fasilitas tersebut memiliki dimensi strategis bagi sektor energi Arab Saudi.

Serangan Terjadi di Tengah Ketegangan Regional

Serangan terbaru Houthi terhadap Kilang Jazan berlangsung ketika ketegangan kawasan Timur Tengah meningkat. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sebelumnya telah melakukan serangkaian serangan terhadap kepentingan Arab Saudi dan fasilitas yang berkaitan dengan jalur energi.

Dalam insiden terbaru ini, Yahya Saree mengklaim drone digunakan untuk menargetkan kilang Jazan. Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan kebakaran sempat terjadi tetapi berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban luka.

Belum ada penjelasan mengenai penyebab kebakaran dari pihak Arab Saudi selain konfirmasi mengenai insiden tersebut. Pihak berwenang masih menangani kejadian di fasilitas energi itu.

Serangan tersebut juga menjadi perhatian karena berlangsung dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Pakta tersebut dibuat ketika kawasan tengah menghadapi ketidakstabilan akibat perang AS-Israel terhadap Iran.

Dengan kapasitas pengolahan 400.000 barel per hari, posisi di pesisir Laut Merah, serta keterhubungan dengan Pelabuhan Jazan, kompleks kilang ini memiliki peran penting dalam sistem energi Arab Saudi. Serangan terhadap fasilitas tersebut karena itu menjadi bagian dari perkembangan keamanan energi dan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news