Konstruksi Perbaikan Groundsill Srandakan Tergerus Aliran Sungai

1 week ago 9

Konstruksi Perbaikan Groundsill Srandakan Tergerus Aliran Sungai Jajaran Pemerintahan Kapanewon Srandakan, Bantul dan petugas terkait saat memantau kondisi Groundsill Srandakan yang dilaporkan tergerus aliran sungai kemarin malam, Kamis (27/3/2025) - Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Bagian konstruksi darurat di groundsill Srandakan yang baru saja diperbaiki beberapa waktu lalu kembali tergerus akibat derasnya aliran sungai di wilayah setempat. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air II Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Riva Shofiarto mengatakan, bagian yang mengalami kerusakan terdiri dari campuran tetrapod 7T dan batu boulder dengan panjang sekitar 42,8 meter.

"Dampaknya terhadap elevasi dasar sungai cukup signifikan. Sedimen yang sebelumnya telah menumpuk kembali berkurang," jelasnya Kamis (27/3/2025). 

Menurut Riva, dalam jangka panjang kondisi itu disinyalir bakal berdampak signifikan terhadap konstruksi jembatan Srandakan 2 yang berada di wilayah itu lantaran stabilitas aliran sungai juga otomatis berubah. 

BACA JUGA: Groundsill Srandakan Ambrol, Jembatan Progo Terancam

"Namun untuk jangka pendek kami perkirakan dampaknya sedikit dan mudah-mudahan dalam waktu dekat setelah Lebaran pengerjaan darurat bisa segera rampung," ujarnya. 

Panewu Srandakan, Sarjiman menjelaskan, curah hujan tinggi di kawasan hulu, terutama dari Temanggung, menjadi faktor utama penyebab tergerusnya kembali bagian dam yang telah diperbaiki. Kondisi ini berdampak pada penghentian sementara pekerjaan lanjutan perbaikan darurat. Padahal sebelumnya, target penyelesaian pekerjaan selesai dalam 90 hari kerja.

"Penanganan darurat dihentikan sementara karena menjelang libur Lebaran tidak memungkinkan untuk mobilisasi alat berat dan pengiriman material. Setelah Lebaran, pekerjaan lanjutan akan dilakukan dan efektivitas perbaikan darurat akan dievaluasi lebih lanjut," jelas Sarjiman.

Selain itu, ia menambahkan saat ini pembangunan Groundsill permanen dengan skema proyek multiyears tengah dipersiapkan. Pembangunan ini akan dikaji secara lebih mendetail agar usia bangunan lebih panjang serta mampu mengamankan Jembatan Srandakan 2 yang masih digunakan usai robohnya Jembatan Srandakan 1.

"Jembatan Pandansimo juga ditargetkan selesai tahun ini. Harapannya, jembatan tersebut bisa membantu mengurangi beban Jembatan Srandakan 2 saat sudah berfungsi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news