Harianjogja.com, BANTUL—Kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis mulai mengalami penurunan pada H+4 Lebaran.
"Hari ini [kunjungan wisatawan] mulai ada penurunan dari kemarin Kamis," kata Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto, Jumat (4/4/2025).
Dia menuturkan tercatat ada 9.893 pada Jumat (404/2025) pukul 07.00-15.00 WIB, sementara sebelumnya Kamis (3/4/2025) kunjungan mencapai 20.311 orang.
Dia menuturkan kunjungan wisatawan sebagian besar merupakan rombongan keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi, antara lain menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Wisatawan yang berkunjung ke sana berasal dari berbagai daerah antara lain Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sementara dengan tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke pantai, Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari mengimbau agar wisatawan tidak mandi di pantai untuk menghindari laka laut.
“Pantai Parangtritis masih menjadi tujuan favorit wisatawan. Diketahui jumlah pengunjung pantai Parangtritis pada hari ini yang merupakan H+3 sebanyak 20 ribu pengunjung paling banyak dari jumlah pengunjung pada hari sebelumnya,” ujarnya saat mengunjungi SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis dan Pos Ditpolairud Polda DIY, Jumat (4/4/2025).
Sebelumnya pada Kamis (3/4/2025) terjadi laka laut dengan satu korban selamat. Kemudian pada Jumat (4/4/2025) ada satu laka laut dengan dua korban berhasil diselamatkan dan satu korban masih dalam proses pencarian.
Dengan kejadian tersebut, Novita meminta agar masyarakat lebih berhati-hati untuk berwisata di pantai.
"Ada dugaan para korban terseret arus rip current saat bermain air yang terlalu ke tengah atau melewati batas aman berupa bendera merah," katanya.
Dia menuturkan papan imbauan larangan mandi di laut telah dipasang di titik-titik strategis di sepanjang pantai yang sering dikunjungi wisatawan. Papan imbauan tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap potensi bahaya yang ada.
“Pantai-pantai di Bantul memang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Namun kita harus ingat bahwa ombak di pantai selatan cukup berbahaya. Kami mengimbau wisatawan tidak masuk terlalu jauh ke laut, demi keselamatan bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News