Krisis Air Bersih Melanda 671 Keluarga di Sragen, BPBD Kirim Bantuan

9 hours ago 3

Krisis Air Bersih Melanda 671 Keluarga di Sragen, BPBD Kirim Bantuan

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, SRAGEN—Sebanyak 671 keluarga di empat dukuh wilayah Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, mengalami krisis air bersih sejak awal Juli 2026. Pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Tangen telah meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen agar pengiriman air bersih dilakukan secara berkala selama musim kemarau.

Kepala Desa Galeh, Triyono, mengatakan surat permohonan bantuan telah dikirim kepada BPBD Sragen pada awal Juli setelah ratusan warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami berkirim surat ke BPBD pada awal Juli ini dan sebagian sudah direspons dengan pengiriman bantuan air bersih dari BPBD. Kondisi krisis air sebenarnya belum parah tetapi masyarakat memang sulit mendapat air bersih. Pengiriman bantuan air bersih dimulai sejak Rabu pekan lalu,” jelas Triyono.

Empat Dukuh Terdampak Kekeringan

Triyono menjelaskan krisis air bersih melanda sembilan RT yang tersebar di empat dukuh, yakni Dukuh Galeh, Gondang, Barong, dan Trumun. Wilayah tersebut berada di Desa Galeh yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.657 warga dari 671 keluarga terdampak kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Sementara itu, Camat Tangen, Supriyadi, dalam surat permohonannya kepada BPBD merinci jumlah keluarga terdampak di masing-masing RT. Ia meminta bantuan air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas.

Menurutnya, sedikitnya terdapat sembilan RT yang membutuhkan distribusi air bersih, dengan kebutuhan minimal satu tangki untuk setiap RT.

BPBD Prioritaskan Wilayah Paling Membutuhkan

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R Triyono Putro, membenarkan pihaknya telah menerima permohonan bantuan dari Desa Galeh.

Ia mengatakan distribusi bantuan air bersih dilakukan berdasarkan skala prioritas karena keterbatasan anggaran pengadaan air bersih.

“Pengiriman bantuan air bersih sudah dilaksanakan sejak 3 Juli 2026 dan terakhir pengiriman pada 17 Juli 2026 lalu. Prioritasnya di Desa Galeh terletak di Dukuh Galeh RT 001 dan RT 002, serta Dukuh Gondang RT 005. Selain itu di Dukuh Grengseng RT 005 dan Desa Bendorejo RT 010 Desa Poleng juga sudah dikirim air bersih,” jelas dia.

Selama ini, BPBD Sragen telah menyalurkan bantuan air bersih selama enam hari dengan sasaran warga Desa Galeh di Kecamatan Tangen dan Desa Poleng di Kecamatan Gesi.

Sebaran Keluarga Terdampak Krisis Air Bersih

Berdasarkan data Pemerintah Desa Galeh, jumlah keluarga yang mengalami krisis air bersih meliputi:

Dukuh Galeh RT 001: 77 keluarga
Dukuh Galeh RT 002: 81 keluarga
Dukuh Galeh RT 004: 64 keluarga
Dukuh Gondang RT 005: 88 keluarga
Dukuh Gondang RT 006: 69 keluarga
Dukuh Barong RT 007: 70 keluarga
Dukuh Barong RT 008: 87 keluarga
Dukuh Trumun RT 009: 79 keluarga
Dukuh Trumun RT 010: 56 keluarga

Total warga terdampak mencapai 671 keluarga yang tersebar di empat dukuh di Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news