Layanan Kesehatan di Kota Magelang Didorong Lebih Dekat ke Warga

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 17:17 WIB

Layanan Kesehatan di Kota Magelang Didorong Lebih Dekat ke Warga

Warga Kota Magelang periksa di salah satu Puskesmas di Kota Magelang./Antara/HO-Pemerintah Kota Magelang\r\n

Harianjogja.com, MAGELANG— Pemerintah Kota Magelang mendorong transformasi layanan kesehatan agar semakin dekat dengan kebutuhan warga. Pelayanan kesehatan diarahkan menjadi lebih inklusif, adaptif, cepat, manusiawi, dan mudah dijangkau masyarakat.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan pembangunan kesehatan harus dimulai dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya memastikan fasilitas kesehatan tersedia, tetapi juga perlu membuat pelayanan mampu mengikuti dinamika kehidupan warga.

Menurut Damar, transformasi kesehatan kini tidak lagi sekadar berfokus pada penambahan fasilitas maupun pelayanan pengobatan. Pemerintah mengarahkannya pada pembangunan ekosistem kesehatan yang terintegrasi dengan mengedepankan pencegahan, teknologi digital, perlindungan sosial, serta penguatan daya saing daerah.

Arah tersebut sejalan dengan RPJMD Kota Magelang 2025–2029 yang menempatkan kesehatan sebagai investasi pembangunan manusia sekaligus bagian dari reformasi pelayanan publik yang berorientasi kepada masyarakat.

Ekosistem kesehatan yang dibangun mencakup keterhubungan antara layanan primer, rumah sakit, sistem digital, perlindungan sosial, hingga pengembangan potensi daerah.

Pencegahan Jadi Bagian Penting Layanan Kesehatan

Perubahan orientasi pelayanan diwujudkan melalui penguatan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, serta layanan primer. Sejumlah persoalan kesehatan seperti stunting, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, sanitasi, dan perilaku hidup sehat juga ditempatkan sebagai agenda lintas sektor.

Penanganan persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat.

Dari sisi pelayanan, Pemerintah Kota Magelang juga mengembangkan inovasi yang disesuaikan dengan aktivitas serta kondisi masyarakat. Salah satunya melalui layanan puskesmas dengan waktu pelayanan yang lebih fleksibel.

"Program Puskesmas pagi-sore memberikan alternatif waktu pelayanan bagi warga yang bekerja pada jam pelayanan reguler. Sementara layanan homecare melalui puskesmas keliling (pusling) mendekatkan pelayanan ke rumah warga, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan keterbatasan mobilitas," katanya.

Homecare hingga Layanan di Luar Jam Reguler

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Istikomah mengatakan perubahan pola pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya membuat layanan kesehatan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin pelayanan kesehatan hadir sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, penguatan layanan primer, pelayanan di luar jam reguler, homecare, deteksi dini, dan upaya promotif-preventif menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan di Kota Magelang," katanya.

Menurut Istikomah, transformasi layanan kesehatan juga membutuhkan sistem yang saling terhubung. Rumah warga, puskesmas, layanan kegawatdaruratan, rumah sakit, hingga platform digital tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

Seluruh unsur tersebut, lanjut dia, perlu menjadi bagian dari satu ekosistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi agar pelayanan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news