Sebelum OTT Rektor-Warek, KPK Pernah Sosialisasi Antikorupsi di Unsoed

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 16:47 WIB

Sebelum OTT Rektor-Warek, KPK Pernah Sosialisasi Antikorupsi di Unsoed

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) - unsoed.ac.id

Harianjogja.com, PURWOKERTO—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata pernah melakukan sosialisasi antikorupsi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebelum operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan sosialisasi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya penguatan integritas di lingkungan perguruan tinggi.

"Sebelumnya, KPK menggelar sosialisasi antikorupsi di Unsoed," kata Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Sosialisasi KPK Digelar pada 2025

Berdasarkan laman Unsoed yang diakses di Jakarta, Senin, sosialisasi antikorupsi tersebut dilaksanakan pada 17 Juli 2025. Akhmad Sodiq maupun Norman Arie turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain kegiatan di Unsoed, Budi mengungkapkan KPK bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan guru besar dari sejumlah organisasi sempat menyepakati pembentukan program penguatan integritas ekosistem perguruan tinggi negeri (PIEPTN) pada 2022.

Kesepakatan itu melibatkan perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Forum Rektor Indonesia (FRI), Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Dewan Guru Besar Indonesia, dan Asosiasi Profesor Indonesia.

Program PIEPTN kemudian diluncurkan di Yogyakarta pada 14-15 November 2022 dengan mengundang seluruh pimpinan PTN maupun PTKN.

Budi mengatakan Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Prof. Kuat Puji Prayitno termasuk dalam 109 pimpinan dari 85 PTN dan PTKN yang hadir dalam peluncuran tersebut.

"Pada kegiatan tersebut dirumuskan 12 area risiko korupsi dan delapan perangkat antikorupsi untuk penguatan integritas di perguruan tinggi," kata Budi.

Unsoed Ikut Asesmen Mandiri

Sebagai tindak lanjut program tersebut, KPK kemudian menyusun instrumen asesmen PIEPTN pada 2023. Pelaksanaan asesmen mandiri PTN dilakukan pada 2024.

"Unsoed merupakan salah satu PTN yang ikut serta dalam asesmen mandiri tersebut," ujarnya.

Menurut Budi, hasil asesmen mandiri yang dilakukan Unsoed menghasilkan sejumlah rekomendasi penguatan. Area yang menjadi perhatian meliputi pembelajaran, penerimaan mahasiswa baru, dan akreditasi.

"Sementara perangkat antikorupsi yang diusulkan adalah pengendalian konflik kepentingan, pengelolaan informasi publik, dan pengendalian gratifikasi," katanya.

Dengan adanya kasus dugaan korupsi yang menjerat jajaran Rektorat Unsoed, Budi menilai penguatan tata kelola kampus perlu menjadi perhatian lebih serius.

"Dengan adanya peristiwa ini, komitmen dan upaya perbaikan tata kelola ekosistem kampus harus lebih serius dilakukan," ujar Budi.

KPK OTT Rektor dan Wakil Rektor Unsoed

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan Akhmad Sodiq, Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, Mulyono selaku keponakan Sodiq, Dian Mulia Wardhana, dan Adhi Wiharto selaku perantara sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.

KPK menduga Norman melalui Dian dan Adhi memeras orang tua calon mahasiswa baru hingga Rp650 juta agar anaknya bisa masuk Fakultas Kedokteran, tetapi tetap tidak diloloskan.

Selain itu, KPK menduga Sodiq memerintahkan keponakannya untuk menerima pemberian dari calon orang tua mahasiswa baru hingga mendapatkan Rp680 juta selama 2025-2026. Uang tersebut kemudian dipakai Sodiq untuk membeli tiga bidang tanah, tetapi diatasnamakan Mulyono.

Terakhir, KPK menduga Sodiq memberikan akses persetujuan kelulusan kepada Eko setelah Kabag Akademik Unsoed tersebut menerima Rp1,12 miliar dari pengepul yang berprofesi sebagai guru selama 2025-2026.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan terhadap tata kelola penerimaan mahasiswa baru dan penguatan integritas di lingkungan Unsoed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news