Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton

20 hours ago 3

Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton Foto ilustrasi Waste to Energy. / Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Volume sampah di Kabupaten Sleman selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami peningkatan signifikan. UPTD Persampahan DLH Sleman mencatat timbulan sampah mencapai 648,82 ton dalam periode 22 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Timbulan sampah tersebut berasal dari tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan tiga transfer depo. TPST Tamanmartani menjadi penyumbang sampah terbesar dengan total 186 ton, disusul TPST Sendangsari dan Donokerto.

Secara rata-rata, sampah masuk selama libur Nataru mencapai 64,88 ton per hari atau naik 5,61 ton dibandingkan hari normal. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pergerakan wisatawan di Sleman.

Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, mengatakan TPST Tamanmartani menjadi TPST dengan sampah masuk paling banyak 186 ton, lalu disusul Sendangsari 165,46 ton, dan Donokerto 127,36 ton.

Adapun sampah masuk di Transfer Depo (TD) Panasan 70 ton, Kragilan 50 ton, dan Lempongsari 50 ton. Rata-rata per hari sampah masuk di TPST Tamanmartani 18,60 ton, Sendangsari 16,55 ton, Donokerto 12,74 ton, TD Panasan 7 ton, TD Kragilan 5 ton, dan TD Lempongsari 5 ton.

“Total rata-rata sampah masuk per hari selama Nataru 64,88 ton,” kata Singgih dihubungi, Kamis (8/1/2026).

Apabila membandingkan dengan total rata-rata per hari sampah masuk di tiga TPST dan tiga TD tersebut pada hari biasa (normal) ada kenaikan 5,61 ton. Rinciannya adalah TPST Tamanmartani 17,45 ton, Sendangsari 16,28 ton, Donokerto 8,54 ton, TD Panasan 7 ton, TD Kragilan 5 ton, dan TD Lempongsari 5 ton.

Kenaikan timbulan sampah ini beriringan dengan kenaikan kunjungan wisatawan di Bumi Sembada. Dinas Pariwisata (Dispar) mencatat pergerakan wisatawan di Sleman selama periode libur Nataru mencapai 833.436 orang.

“Kalau sampah dari destinasi wisata dikelola mandiri. Kalau sampah yang masuk ke UPTD itu berasal dari komplek Lapangan Denggung dan Lapangan Pemda Sleman,” katanya.

Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, mengatakan destinasi wisata mengelola sampahnya secara mandiri. Sebagai contoh destinasi wisata Gardu Pandang dan Tlogo Putri. Dispar merintis pengelolaan sampah mandiri sejak 2024.

“Tahun lalu ada inovasi pengelolaan sampah di Tlogo Putri bekerja sama dengan Kalurahan Hargobinangun,” kata Edy.

Di destinasi wisata buatan, seperti Ibarbo Park, Edy tidak mengetahui sistem dan mekanisme pengelolaan sampahnya. DLH Sleman menilai lonjakan timbulan sampah saat libur panjang menjadi evaluasi penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news