Ribuan orang sedang mendoakan korban bencana Sumatera di Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (31/12/2025). - Istimewa/ Tim Komunikasi Swara Prambanan
Harianjogja.com, SLEMAN–Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Candi Prambanan berlangsung khidmat tanpa kembang api. Doa dan musik menjadi simbol empati untuk korban bencana di Sumatera yang tengah berduka.
Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Sumatera pada akhir November 2025 menyisakan duka mendalam. Hal inilah yang mendasari konsep perayaan Swara Prambanan tahun ini: kemanusiaan di atas kemeriahan.
Candi Wisnu, Siwa, dan Brahma tampak elok berselimut cahaya lampu kekuningan. Di hadapan cagar budaya berusia lebih dari 1.100 tahun itu, panggung Swara Prambanan berdiri megah dengan ornamen nuansa oranye yang serasi.
Suasana semakin syahdu saat Piyu muncul di panggung dengan pakaian serba hitam. Petikan gitarnya menggulirkan lagu Harmony.
“Kau membuatku mengerti hidup ini. Kita terlahir bagai selembar kertas putih. Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai. Dan terwujud harmoni.”
Melodi tersebut menciptakan efek magis bagi ribuan penonton. Di bawah langit Prambanan yang cerah, para pengunjung—mulai dari pasangan hingga keluarga—menikmati momen tanpa kembang api dengan penuh khidmat.
Bagi Fahril Ferry (30) dan istrinya, Cynthia Inke (29), warga Kalasan, Sleman, ketiadaan kembang api bukanlah masalah. Mereka memahami betul situasi bangsa yang sedang berduka. “Tahun ini memang tidak ada kembang api. Lebih baik kita mengganti dengan doa,” ujar Fahril kepada Harianjogja.com, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Cynthia menambahkan bahwa jarak geografis tidak boleh melunturkan empati. “Duka satu daerah adalah duka seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya. Fahril pun menitipkan harapan agar Indonesia di tahun 2026 menjadi bangsa yang lebih bersih dan jujur.
Senada dengan mereka, Renditya Dhika (21) asal Kulonprogo, merasakan kehangatan yang sama meski ini adalah pengalaman pertamanya merayakan tahun baru di Prambanan. Sementara itu, Muhamad Singgih (36) asal Garut, hadir membawa misi personal untuk menghibur diri sembari menikmati penampilan Padi Reborn setelah istrinya baru saja melahirkan sepekan lalu.
Mantra Penghapus Keluh dari Padi Reborn
Puncak emosi terasa saat vokalis Padi Reborn, Andi Fadly Arifuddin, melantunkan lagu Sang Penghibur. Liriknya seolah menjadi mantra yang membasuh kelelahan jiwa para pendengar.
“Oh, bukankah 'ku pernah melihat bintang. Senyum menghiasi sang malam. Yang berkilau bagai permata. Menghibur yang lelah jiwanya. Yang sedih hatinya.”
Lewat suara dan doa, Fadly berharap Indonesia segera pulih. “Semoga Indonesia segera pulih, dikuatkan, dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” ungkapnya.
Swara Prambanan: Musik, Budaya, dan Kepedulian Sosial
CEO GOLDLive Indonesia, Faqih Mulyawan, menjelaskan bahwa Swara Prambanan dirancang untuk mengajak penonton berbagi kepedulian. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh lima pemuka agama sebagai simbol kebersamaan lintas iman.
“Kami menghaturkan doa kepada langit dengan harapan bisa menguatkan saudara-saudara kita yang terkena bencana,” kata Faqih.
Tak sekadar doa, kepedulian nyata ditunjukkan melalui lelang lima kaus bertanda tangan para penampil. Seluruh hasil lelang dan donasi akan disalurkan untuk korban bencana di Sumatera melalui mitra kemanusiaan, Human Initiative.
Data Bencana dan Misi Kemanusiaan
Kepala Bidang Kemitraan Human Initiative, Subhanuddin, mengapresiasi langkah Swara Prambanan. Menurut data Human Initiative per 13 Desember 2025, dampak bencana di Sumatera sangat masif:
- Korban Meninggal: 1.006 jiwa
- Korban Hilang: 217 orang
- Korban Luka: 5.400 orang
- Warga Terlantar: 545.900 orang
“Tanpa kembang api, kita bisa lebih mengarahkan perhatian bahwa masih banyak saudara kita yang butuh bantuan,” tegas Subhanuddin. Bantuan yang digalang akan disalurkan dalam bentuk bahan pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan.
Menutup tahun 2025, pesan kejujuran dan empati menjadi refleksi utama di Prambanan. Semoga di tahun 2026, Indonesia tidak hanya pulih dari bencana fisik, tetapi juga dikuatkan oleh kejernihan hati para pemimpin dan rakyatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

6 hours ago
3
















































