Harianjogja.com, JOGJA—Anak sulit tidur dan sering rewel menjelang malam kerap dipicu kebiasaan harian yang kurang tepat. Psikoterapis membagikan empat cara sederhana membangun kebiasaan tidur sehat agar anak lebih tenang, mudah terlelap, dan bangun dengan suasana hati lebih baik.
Masalah anak sulit tidur sering membuat orang tua kewalahan, terutama ketika anak menolak beristirahat atau terus meminta begadang. Alih-alih memarahi, pendekatan yang tepat justru terletak pada pembentukan rutinitas yang konsisten, menenangkan, dan memberi rasa aman bagi anak.
Psikoterapis sekaligus pendiri Gateway of Healing, dokter Chandni Tugnait dari India, seperti dikutip dari Hindustan Times, menjelaskan bahwa kebiasaan tidur sehat berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosi, fokus, dan kesejahteraan anak secara menyeluruh.
"Rutinitas tidur yang sehat tidak hanya membuat pagi hari lebih lancar, tetapi juga meningkatkan suasana hati, konsentrasi, serta kestabilan emosi anak," ujar Dr. Tugnait.
Berikut empat cara membangun kebiasaan tidur sehat pada anak agar waktu tidur tidak lagi menjadi momen penuh drama.
1. Bangun Ritual Menenangkan Sebelum Tidur
Ritual sebelum tidur membantu tubuh dan pikiran anak mengenali sinyal waktu istirahat. Rutinitas yang dilakukan secara konsisten akan mempermudah anak beralih dari aktivitas aktif menuju kondisi rileks.
"Urutan sederhana seperti mandi air hangat, membaca buku ringan, mendengarkan musik lembut, atau peregangan ringan dapat membantu pikiran anak berpindah dari mode aktif ke mode santai," jelas Dr. Tugnait.
Konsistensi menjadi kunci utama. Jika dilakukan setiap hari dengan pola yang sama, anak akan lebih mudah memahami bahwa rangkaian aktivitas tersebut menandai waktu tidur.
2. Tetapkan Jam Tidur dan Bangun yang Konsisten
Menentukan waktu tidur dan bangun yang tetap membantu mengatur jam biologis anak. Pola ini membuat tubuh lebih mudah mengenali kapan harus beristirahat dan kapan harus aktif.
"Konsistensi waktu tidur memperkuat jam biologis, sehingga mengurangi drama sebelum tidur dan rasa lelah berlebihan di pagi hari," kata Dr. Tugnait.
Ia juga menyarankan agar jadwal tidur akhir pekan tidak berbeda jauh dari hari biasa. Perubahan ekstrem justru membuat anak kembali kesulitan tidur pada awal pekan.
3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Mendukung
Lingkungan kamar berperan besar dalam membantu anak tidur lebih nyenyak. Ruang yang tenang, rapi, dan nyaman memberikan rasa aman sekaligus menurunkan rangsangan berlebih.
"Pencahayaan lembut, tempat tidur yang bersih, serta suasana yang tenang memberi sinyal relaksasi. Hal sederhana seperti mengurangi barang berantakan atau menggunakan tirai gelap dapat membuat perbedaan besar," ujar Dr. Tugnait.
Lingkungan yang mendukung memungkinkan anak memasuki fase tidur lebih cepat dan mengurangi gangguan sepanjang malam.
4. Ajarkan Anak Melepas Beban Emosi Sebelum Tidur
Tidur berkualitas tidak hanya melibatkan tubuh, tetapi juga kondisi emosional. Pikiran yang penuh sering menjadi penyebab anak sulit terlelap.
Dr. Tugnait menyarankan orang tua membantu anak mengekspresikan perasaan sebelum tidur.
"Kegiatan sederhana seperti berbagi cerita tentang hal menyenangkan dan tidak menyenangkan hari itu, latihan pernapasan, atau mengungkapkan rasa syukur dapat membantu anak melepaskan beban emosinya," jelasnya.
Dengan membiasakan proses ini, anak akan merasa lebih tenang secara mental dan lebih siap untuk tidur nyenyak.
Membangun kebiasaan tidur sehat pada anak membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan pendekatan yang penuh empati. Dengan menerapkan empat cara sederhana ini, orang tua dapat membantu anak tidur lebih teratur, mengurangi kerewelan, serta mendukung kesehatan emosional dan perkembangan jangka panjangnya.
Catatan untuk pembaca: Artikel ini hanya untuk tujuan informatif dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu mintalah saran dari dokter Anda jika memiliki pertanyaan mengenai kondisi medis tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Hindustan Times

2 weeks ago
15
















































