Bendera Golkar. Dok. IstKabarMakassar.com — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang direncanakan digelar pada 2026, dinamika internal partai terus menguat.
Penunjukan Muhidin M Said sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel dinilai membawa angin segar bagi konsolidasi organisasi dan menjaga stabilitas internal di daerah.
Di tengah proses penataan tersebut, arah dukungan politik di tingkat akar rumput Partai Golkar justru semakin mengerucut kepada Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, sebagai figur yang didorong untuk memimpin Golkar Sulsel ke depan.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Kaswadi Razak, menyatakan bahwa mayoritas pengurus DPD II di kabupaten dan kota tetap solid dan konsisten mengawal Munafri Arifuddin menjelang Musda. Ia menegaskan, hingga saat ini terdapat 17 DPD II yang menyatakan sikap sejalan.
“Kalau sekarang masih sama, ada 17 DPD II. Kami tetap solid bersama Pak Munafri. Kalau ditanya berapa DPD yang terus mengawal, jumlahnya 17,” ujar Kaswadi, Selasa (23/12).
Menurutnya, sinyal tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi Golkar Sulsel tidak hanya bergerak di tingkat struktural Kota Makassar, tetapi juga menguat di basis politik kabupaten dan kota. Dengan dinamika yang kian mengkristal, peta kekuatan menuju Musda Golkar Sulsel mulai terbaca sejak dini.
“Jadi, 17 DPD II yang selama ini solid dan konsisten mengawal dinamika Golkar Sulsel itu berasal dari berbagai kabupaten dan kota,” tutur mantan Bupati Soppeng tersebut.
Kaswadi menilai, dukungan tersebut mencerminkan komitmen kader Golkar di Sulsel untuk menjaga kekompakan dan stabilitas partai menjelang Musda. Ia optimistis, dengan kondisi internal yang relatif kondusif, Golkar Sulsel mampu menyelenggarakan Musda secara demokratis dan memperkuat posisi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Terkait figur yang menguat, Kaswadi mengakui bahwa harapan terhadap sosok Munafri Arifuddin cukup besar di kalangan pengurus daerah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada pada mekanisme Musda sesuai aturan organisasi.
“Kita semua tentu berharap Pak Wali Kota Makassar bisa memimpin Golkar Sulsel. Beliau menjadi figur yang diharapkan, tetapi semua itu nanti tergantung mekanisme yang ada. Kita lihat saja bagaimana prosesnya ke depan,” katanya.
Ia juga merespons positif penunjukan Koordinator Wilayah Partai Golkar untuk Sulawesi, Muhidin M Said, sebagai Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel menggantikan Taufan Pawe. Menurut Kaswadi, mandat dari DPP Partai Golkar tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga soliditas organisasi dan memastikan roda partai tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Ke depan harapan kita tentu bagaimana kerja-kerja Plt Ketua Golkar Sulsel dalam melakukan konsolidasi. Kita berharap semuanya sesuai dengan harapan bersama, bahwa Golkar Sulawesi Selatan ini tetap solid,” jelasnya.
Kaswadi menambahkan, soliditas Golkar Sulsel bahkan diharapkan dapat menjadi tolok ukur kekuatan partai di kawasan Indonesia Timur. Ia juga menaruh harapan besar agar pelaksanaan Musda nantinya berlangsung demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi mekanisme organisasi.
“Dengan adanya Plt ini, kita berharap Musda nanti betul-betul demokratis bagi seluruh calon. Apa pun hasilnya nanti, tentu harus bisa diterima bersama selama itu sesuai dengan mekanisme organisasi. Mekanisme di Golkar itu jelas dan harus dihormati,” pungkasnya.


















































