Peringati Maulid Nabi di Teluk Bayur, Fadly Amran Ajak Jamaah Perti Bersinergi Wujudkan Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia

4 hours ago 2

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak seluruh jamaah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) untuk bersama-sama mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Padang. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Perti Kecamatan Padang Selatan di Masjid Raya Teluk Bayur, Selasa (25/8/2026).

Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Sejumlah tokoh dan unsur masyarakat turut hadir, di antaranya Plt. Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Ketua PAC Perti Kecamatan Padang Selatan Idham Tanjung, Prof. Duski Samad, jajaran KUA Padang Selatan, serta jamaah Perti Kecamatan Padang Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly menekankan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan umat dan pendidikan generasi muda. Karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi yang berkarakter dan memiliki nilai-nilai keislaman.

Salah satu program yang menjadi perhatian Fadly adalah Smart Surau. Program tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk menghidupkan kembali fungsi surau dan masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan keagamaan, sekaligus ruang interaksi positif bagi anak-anak dan generasi muda.

“Saat ini sekitar 60.000 siswa telah mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah. Pemerintah Kota Padang juga terus memperkuat perhatian terhadap guru mengaji, imam masjid, dan penyediaan ruang pembelajaran digital bagi masjid dan musala di Kota Padang.”

Fadly berharap dukungan masyarakat, termasuk keluarga besar Perti, dapat semakin memperkuat pelaksanaan berbagai program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Selain penguatan sektor keagamaan, Fadly juga mengajak jamaah untuk memberikan perhatian lebih terhadap persoalan kebersihan lingkungan. Ia mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya, terutama dengan memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.

Menurut Fadly, kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap pengelolaan lingkungan di Kota Padang. Ia menyebutkan, Kota Padang saat ini berada di peringkat kedelapan sebagai kota terbersih di Indonesia dan pemerintah menargetkan capaian yang lebih tinggi.

“Kita bertekad menjadikan Padang sebagai kota nomor satu terbersih di Indonesia. Untuk itu, kami mohon dukungan Bapak dan Ibu untuk melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang, karena sangat menentukan dalam mewujudkan Padang menjadi kota terbersih di Indonesia.”

Ia menilai, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam membangun kota yang bersih dan nyaman. Pemerintah, kata dia, dapat menyediakan berbagai kebijakan dan fasilitas, namun keberlanjutan program sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sehari-hari.

Di hadapan jamaah, Fadly juga menyampaikan arah pembangunan Kota Padang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satu cita-cita yang tengah didorong pemerintah adalah menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia melalui UNESCO.

Upaya tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357, yakni “Taste of Padang Experience, Road to Gastronomy City”. Menurut Fadly, kekayaan kuliner Minangkabau merupakan modal penting yang harus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas kota.

“Kekayaan kuliner kita seperti nasi Padang dan rendang merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan. Jika kita berhasil menjadi Kota Gastronomi Dunia, maka akan memberikan dampak terhadap kunjungan masyarakat dunia ke Kota Padang, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai gastronomi bukan semata-mata berbicara mengenai makanan, tetapi juga menyangkut budaya, sejarah, tradisi, kreativitas, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang berkembang di sekitarnya. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Sementara itu, Prof. Duski Samad dalam tausiyahnya mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk kembali mempelajari dan mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kehidupan Rasulullah SAW menyimpan banyak pelajaran yang relevan untuk diterapkan umat Islam, baik dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya mempelajari keteladanan Rasulullah SAW dari sisi perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam, tetapi juga melihat kehidupan keluarga Nabi. Keteladanan tersebut dapat dipelajari melalui kehidupan istri dan anak-anak Rasulullah SAW.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi diharapkan mampu memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong lahirnya sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Teluk Bayur itu pun menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat. Di tengah berbagai agenda pembangunan Kota Padang, momentum tersebut sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang religius, bersih, maju, serta memiliki daya saing ekonomi dan pariwisata.

Fadly berharap dukungan jamaah Perti dan seluruh masyarakat dapat terus menguat, sehingga berbagai program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kota Padang tidak hanya menjadi kebijakan pemerintah, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news