Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Antara - Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ditunjuk sebagai Ketua Satgas, didampingi Richard Tampubolon sebagai Wakil Ketua. Pembentukan satgas tersebut diputuskan Presiden Prabowo dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa malam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden menilai Mendagri memiliki peran strategis dalam koordinasi lintas daerah dan kementerian agar penanganan pascabencana berjalan lebih cepat dan efektif, mengingat luasnya wilayah terdampak di tiga provinsi tersebut.
"Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang.
"Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian, Mendagri, sebagai Ketua Satgas yang didampingi Wakil Ketua Satgas Bapak Richard Tampubolon, kemudian dibantu Dewan Pengarah yang akan diketuai Menko PMK [Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno]," katanya
Prasetyo menyampaikan pembentukan satgas tersebut bertujuan mempercepat penanganan dampak bencana yang terjadi di tiga provinsi dengan cakupan wilayah terdampak yang luas.
Dia mengatakan penunjukan Tito sebagai Ketua Satgas karena Presiden Prabowo menilai koordinasi lintas daerah dan kementerian akan lebih efektif apabila berada di bawah kepemimpinan Mendagri.
Prasetyo menuturkan prioritas awal satgas difokuskan pada pembangunan hunian sementara dan permanen bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.
Sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk kepolisian, telah melaporkan keterlibatan dalam bantuan dan pembangunan hunian, sementara Kementerian Pekerjaan Umum menyusun rencana penanganan berdasarkan rekap data kerusakan.
"Tadi beberapa melaporkan hampir seluruh kementerian, selain Danantara, memberikan bantuan atau membangun hunian, kemudian juga kepolisian ikut membangun hunian, kemudian PU juga sudah merencanakan berdasarkan data rekap yang sudah diterima, baik yang rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat," kata Prasetyo.
Untuk rumah dengan kerusakan ringan dan sedang, pemerintah menyiapkan realisasi kompensasi dalam waktu secepatnya agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Prasetyo mengatakan satgas tersebut ditarget untuk bekerja secepat-cepatnya dalam merehabilitasi dan merekonstruksi tiga wilayah terdampak bencana.
"Kalau target secepat-cepatnya, tahapan sudah ada," katanya. Pemerintah menargetkan satgas segera bekerja dengan fokus awal pembangunan hunian sementara dan permanen agar masyarakat terdampak bencana dapat segera kembali ke tempat tinggalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

1 day ago
5
















































