Profil Lengkap Indonesia Air Transport Pemilik ATR 42-500

2 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA— Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Bandara Adisutjipto Jogjakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (17/1/2026). Informasi tersebut memunculkan sorotan baru terhadap perusahaan yang telah lama berkecimpung di industri penerbangan tersebut.

Indonesia Air Transport tercatat berdiri sejak 10 September 1968. Perusahaan ini pernah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 2006 dengan kode saham IATA. Namun perjalanan bisnisnya berubah arah pada 2022. Setelah melakukan rights issue, IATA mengalihkan fokus usahanya dari angkutan udara niaga menjadi perusahaan investasi di sektor energi, khususnya batu bara. Pada proses tersebut, PT MNC Asia Holding Tbk. (BHIT) menjadi pemegang saham pengendali.

Seiring pergantian lini usaha, IATA mengganti nama menjadi PT MNC Energy Investments Tbk. Pemilik Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo, diketahui pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris IATA pada 2008–2015. Kendati demikian, Grup MNC melalui IATA telah melepas kepemilikan atas Indonesia Air Transport pada 2024. Bahkan sejak laporan keuangan kuartal I/2025, pemasukan dari penyewaan pesawat tidak lagi muncul dalam laporan keuangan IATA.

Berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Indonesia Air Transport kini dimiliki oleh PT Sinergi Terang Abadi dengan porsi 2.016.429 saham dan PT Persada Utama Investama dengan satu saham. Susunan pengurus perusahaan terdiri atas Adi Tri Wibowo sebagai Direktur Utama, R.B.E. Retno Setyonugroho sebagai Direktur, serta Cut Sofia Mekarsari sebagai Komisaris.

Otoritas terkait masih melakukan penelusuran terkait hilangnya kontak pesawat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news