PGIW Sulselbara dan GAMKI Sulsel berbagi takjil Ramadan (dok. Ist)KabarMakassar.com — Semangat berbagi dan merawat harmoni keberagaman kembali ditunjukkan sejumlah organisasi Kristen di Sulawesi Selatan.
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sulselbara bersama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulsel membagikan takjil Ramadan kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor PGIW Sulselbara, Jalan Prof Abdulrahman Basalamah, Makassar, Sabtu (14/3).
Kegiatan sosial ini dipimpin langsung Ketua PGIW Sulselbara terpilih, Pendeta Metris, bersama Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Makassar yang juga Sekretaris Kongres Nasional GAMKI, Dr Amson Padolo.
Turut hadir pula Sekretaris Jenderal PMTI Sulsel Aris Pongpalilu serta sejumlah pengurus GAMKI Sulsel.
Sejak sore hari, para pengurus organisasi tampak berdiri di tepi jalan sambil menyapa para pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Satu per satu paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Aksi sederhana itu disambut hangat oleh warga. Beberapa pengendara bahkan memperlambat laju kendaraan mereka untuk menerima takjil sambil mengucapkan terima kasih.
Bagi para penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi simbol kepedulian, persaudaraan, dan komitmen merawat toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
Amson Padolo mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kolaborasi antara PGIW Sulselbara dan GAMKI.
Menurut dia, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan antarumat beragama.
“Walaupun berbeda keyakinan, kita tetap satu dalam kemanusiaan dan dalam semangat saling menghargai,” kata Amson.
Ia menilai, aksi kecil seperti berbagi takjil memiliki makna besar dalam membangun rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, lanjut Amson, pihaknya ingin menunjukkan bahwa nilai kasih, kepedulian, dan solidaritas sosial dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang sederhana namun penuh makna.
“Kegiatan sederhana ini adalah wujud kasih, persaudaraan, dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.
Dalam suasana Ramadan, Amson juga berharap kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menumbuhkan semangat toleransi di tengah masyarakat.
Amson menambahkan, harmoni sosial tidak hanya dibangun melalui wacana atau dialog, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memperlihatkan kepedulian kepada sesama.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi tanda bahwa kebersamaan, toleransi, dan kasih dapat terus tumbuh di tengah masyarakat kita. Semoga Ramadan membawa kedamaian, berkah, dan kebaikan bagi kita semua,” pungkas Amson.


















































