Ilustrasi mobil. - Harian Jogja - Ist
Harianjogja.com, JOGJA – Insentif pajak pemerintah India mendorong lonjakan penjualan mobil pada akhir 2025. Pemangkasan tarif GST membuat harga kendaraan lebih terjangkau dan memicu rekor distribusi ke diler.
Reuters mengungkapkan, sejak September 2025, pemerintah India melakukan reformasi tarif pajak kendaraan penumpang untuk menstimulasi pasar domestik. Rincian pemotongan tersebut meliputi:
- Mobil Kecil: Pajak dipangkas menjadi 18% dari sebelumnya 28%.
- SUV (Kapasitas Mesin >1.500 cc): Pajak diturunkan menjadi 40% dari sebelumnya sekitar 50%.
Langkah ini terbukti efektif mengubah peta permintaan konsumen, terutama pada segmen mobil kompak yang menjadi tulang punggung industri otomotif India.
Sebagai pemimpin pasar di segmen mobil kecil, Maruti Suzuki menjadi pihak yang paling diuntungkan. Perusahaan melaporkan kenaikan volume penjualan yang luar biasa:
- Penjualan mobil kecil melonjak 50% mencapai 92.929 unit, level tertinggi sejak awal tahun 2025.
- Penjualan kendaraan utilitas tumbuh 33%.
Total penjualan domestik ke diler meningkat 37% ke angka rekor 178.646 unit.
Tata Motors mencatatkan pertumbuhan penjualan kendaraan penumpang domestik sebesar 13%. Model-model seperti Nexon, Punch, dan Tiago menjadi kontributor utama. Khusus untuk model Nexon, yang kini hanya dikenakan pajak 18%, sukses menyabet gelar mobil terlaris di India pada periode Oktober–November 2025.
Di sisi lain, Mahindra & Mahindra yang berfokus pada segmen SUV juga mencatat performa gemilang. Penjualan bulanan mereka tumbuh 23% pada Desember 2025. Capaian ini secara akumulatif mengantarkan Mahindra menjadi produsen mobil terbesar kedua di India untuk tahun fiskal 2026, melampaui posisi Hyundai India.
Lonjakan penjualan di akhir tahun ini semakin memperkokoh posisi India sebagai pasar mobil terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan Amerika Serikat. Selain dukungan kebijakan fiskal, pertumbuhan ini juga didorong oleh masifnya peluncuran model baru dan meningkatnya preferensi konsumen terhadap kendaraan yang dilengkapi teknologi canggih.
Momentum ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional India di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

10 hours ago
2
















































