
Anggota DPRD Bantul, Sapto Priyono
BANTUL, HARIAN JOGJA— Persoalan pendidikan di Kabupaten Bantul masih cukup banyak, mulai dari kondisi fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, hingga proses belajar mengajar yang perlu diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Bantul dinilai perlu bergerak cepat untuk menangani berbagai persoalan tersebut.
Hal itu disampaikan Sapto Priyono, Anggota Komisi D DPRD Bantul yang salah satunya membidangi pendidikan. Ia mengatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, terdapat puluhan fasilitas atau bangunan sekolah yang mendesak untuk direnovasi agar tidak membahayakan siswa maupun guru.
Bangunan sekolah yang mengalami kerusakan tersebut terdiri atas 28 Taman Kanak-kanak (TK), 36 Sekolah Dasar (SD), dan 37 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sapto memahami keterbatasan anggaran daerah untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Oleh karena itu, renovasi sejumlah gedung sekolah diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Pendidikan ini merupakan kebutuhan dasar rakyat yang harus diprioritaskan. Jadi, harus segera diperhatikan. Harapannya, dengan kondisi gedung yang bagus bisa membuat siswa maupun guru nyaman sehingga kegiatan belajar mengajar di kelas tidak waswas karena khawatir gedung ambruk,” kata Sapto, Jumat (21/8/2026).
Hal kedua yang menjadi perhatian Sapto adalah peningkatan kualitas guru dan pembelajaran. Menurutnya, tugas guru tidak hanya mengantarkan siswa hingga lulus, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan akademik, nonakademik, dan pendidikan karakter.
“Akademiknya bisa, nonakademiknya juga perlu, berkarakter sehingga ketika mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi memiliki peluang lebih besar karena punya prestasi,” ujarnya.
Sapto mengakui tugas guru tidak ringan. Namun, ia menilai guru dituntut terus berinovasi dalam mengajar sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang dan memperkenalkannya kepada siswa.
“Sekarang ini pembelajaran berpusat pada anak, tetapi ternyata masih banyak berpusat pada guru,” katanya.
Selain kemampuan akademik dan teknologi, pendidikan karakter juga perlu diperkuat. Menurut Sapto, etika dan moral siswa harus menjadi perhatian bersama. Ia memahami adanya kekhawatiran guru dalam mendisiplinkan siswa karena tidak sedikit kasus guru dilaporkan ke polisi akibat dianggap melakukan kekerasan.
Kekerasan fisik, kata dia, memang tidak dibenarkan dalam mendidik siswa. Oleh karena itu, pendekatan emosional serta keterlibatan orang tua diperlukan untuk membangun karakter anak.
“Peran orang tua sangat penting. Karena anak di sekolah hanya beberapa jam, sisanya di rumah dan di masyarakat. Orang tua jangan lepas tangan, cukup menyerahkan ke sekolah dan memberikan uang jajan, tetapi harus mengawasi anaknya,” ujar pria kelahiran 1962 itu.
Honor PPPK
Terkait informasi mengenai gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan diambil alih pemerintah pusat, Sapto mengapresiasinya. Politikus Partai Golkar tersebut menilai kebijakan itu dapat membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kalau gaji PPPK jadi diambil alih pusat, beban anggaran daerah jadi berkurang. Anggarannya bisa dialihkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, baik dari sarana dan prasarana, kualitas guru pengajar, dan sebagainya,” katanya.
Profil
Sapto Priyono merupakan Anggota DPRD Bantul dari Fraksi Golkar yang terpilih pada Pemilu Legislatif 2024 dari daerah pemilihan (dapil) Kasihan dan Sedayu. Pria dua anak itu mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan jabatan terakhir sebagai penilik di Disdikpora Bantul.
Setelah pensiun pada 2022, ia ditawari untuk maju sebagai calon legislatif dari partai berlambang pohon beringin tersebut. Tanpa berpikir panjang, Sapto mengiyakan tawaran itu hingga akhirnya terpilih dan ditempatkan di Komisi D yang membidangi pendidikan, kesejahteraan rakyat, hingga ketenagakerjaan.
“Saya ingin mengabdikan diri untuk masyarakat,” tandasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

10 hours ago
5

















































