Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 06:07 WIB

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026). Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami kondisi udara kabur, sementara wilayah lainnya didominasi cuaca berawan.
Berdasarkan prakiraan tersebut, Kabupaten Kulonprogo diprediksi mengalami kondisi udara kabur dengan suhu berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dan kelembapan udara 63 hingga 96 persen.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Jogja dengan suhu udara antara 23 hingga 32 derajat Celsius serta kelembapan berkisar 55 hingga 95 persen.
Udara kabur berpotensi menurunkan jarak pandang, terutama pada pagi dan malam hari. Karena itu, pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Tiga Wilayah Berawan
Sementara itu, Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul diprakirakan mengalami cuaca berawan.
Di Sleman, suhu udara diperkirakan berada pada rentang 23 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan 59 hingga 92 persen.
Untuk Bantul, suhu diprediksi berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 59 hingga 98 persen.
Adapun Gunungkidul diperkirakan memiliki suhu antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan 61 hingga 98 persen.
Meski cuaca relatif cerah hingga berawan, masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca lokal yang dapat terjadi secara cepat, terutama pada masa peralihan musim.
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Dinamis
BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa dinamika atmosfer masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Selain itu, DIY juga termasuk daerah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan tetap memperhatikan kondisi cuaca terkini dan membawa perlengkapan yang diperlukan sesuai kebutuhan.
Selain itu, warga juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan, terutama saat cuaca terasa panas dan lembap pada siang hari.
Bagi petani, tingkat kelembapan yang relatif tinggi perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kondisi tanaman dan meningkatkan risiko serangan organisme pengganggu tertentu.
Masyarakat dapat memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan terkini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
1

















































