Sungai Biring Je’ne Meluap, Appi Minta Kesiapsiagaan Lintas Wilayah

2 weeks ago 14
Sungai Biring Je’ne Meluap, Appi Minta Kesiapsiagaan Lintas WilayahWali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung Lokasi Rawan Banjir (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung lokasi meluapnya Sungai Biring Je’ne di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, akibat tingginya intensitas hujan, Sabtu (10/01).

Dalam peninjauan tersebut, Munafri yang akrab disapa Appi didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda serta Kepala BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli.

Rombongan menyusuri sejumlah titik terdampak banjir, termasuk kawasan Kodam III yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Appi menegaskan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab langsung terhadap keselamatan warga. Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas wilayah dan lintas sektor, mengingat Sungai Biring Je’ne merupakan sungai strategis yang menjadi batas administratif antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

“Sungai ini bukan hanya aliran air, tetapi jalur risiko yang harus kita kelola bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan warga aman dan langkah penanganan berjalan cepat,” tegas Appi di sela-sela peninjauan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait, termasuk BPBD, kecamatan, dan kelurahan, untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah tetangga guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD Kota Makassar telah memasang Early Warning System (EWS) di Sungai Biring Je’ne.

“Dimana sistem ini berfungsi memantau kenaikan debit air secara real time sekaligus memberikan peringatan dini kepada petugas dan masyarakat di kawasan rawan banjir,” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, mengatakan pemasangan EWS merupakan langkah strategis untuk menekan risiko bencana.

“Banjir memang tidak bisa kita hindari sepenuhnya, tapi risikonya bisa kita kurangi. EWS ini alat penting untuk membaca kondisi sungai lebih cepat, sehingga petugas dan warga punya waktu untuk bersiap,” ujarnya.

Fadli menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar telah disiagakan penuh selama 24 jam untuk melakukan pemantauan, asesmen dampak, serta membantu warga apabila terjadi peningkatan debit air yang signifikan.

“Kami bekerja 24 jam. Masyarakat tidak butuh janji, mereka butuh respons cepat. Dan itu yang terus kami lakukan di lapangan,” tegasnya.

BPBD Kota Makassar juga mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Biring Je’ne agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

“Dan jangan lupa segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda banjir lanjutan,” tutupnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news