Harianjogja.com, JOGJA—Kemunculan Influenza A H3N2 Subclade K menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Jogja karena penularannya cepat meski belum ditemukan lonjakan kasus signifikan.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Surveilans PD SIK Dinkes Kota Jogja, Solikhin Dwi Ramtana, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan mutasi virus flu yang lumrah terjadi. Namun, varian ini menuntut perhatian lebih karena durasi sakit yang lebih lama.
“Super flu ini termasuk influenza A H3N2 Subclade K. Penularannya memang lebih mudah dan gejalanya cenderung lebih berat dibandingkan influenza biasa, namun hingga saat ini belum ditemukan adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit secara signifikan seperti Covid-19,” jelas Solikhin dikutip dari laman Pemkot Jogja, Kamis (8/1/2026).
Merujuk data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perbedaan utama super flu dengan flu biasa terletak pada intensitas dan durasi gejala. Berikut adalah indikasi klinisnya:
- Demam mendadak yang berlangsung lama.
- Nyeri otot dan sendi yang terasa sangat hebat.
- Lemas ekstrem dan sakit kepala berat.
- Batuk persisten yang bisa bertahan hingga dua minggu (lebih lama dari flu biasa yang umumnya sembuh dalam tujuh hari).
Hingga awal Januari 2026, Dinkes memastikan belum ditemukan lonjakan kasus klinis super flu varian Subclade K di Kota Jogja. Berdasarkan data surveilans sentinel (28 Desember 2025 – 3 Januari 2026), tercatat 53 kasus Influenza A, namun bukan merupakan jenis Subclade K.
Meskipun penularannya mirip dengan Covid-19—melalui droplet dan permukaan benda terkontaminasi—Solikhin menegaskan tingkat bahayanya tidak setara dengan pandemi tersebut. Kendati demikian, kelompok lansia dan penderita komorbid tetap menjadi prioritas perlindungan.
“Pada kelompok rentan, risiko perburukan lebih tinggi, sehingga disarankan menggunakan alat pelindung diri saat berinteraksi dan segera mendapatkan perawatan bila muncul gejala,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat didorong untuk memperkuat imunitas melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan vaksinasi influenza. Meski vaksin khusus Subclade K belum tersedia, vaksin flu yang ada saat ini tetap efektif membentuk antibodi untuk mencegah gejala berat.
"Pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker saat sakit, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga ventilasi ruangan, serta menerapkan etika batuk yang benar," tambah Solikhin.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti, mengonfirmasi bahwa wilayahnya masih nihil kasus super flu. Ia berpesan agar warga menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan cairan harian untuk menangkal infeksi virus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

1 day ago
6
















































