Tujuh SD di Jogja Resmi Jadi Sekolah Aman Bencana

11 hours ago 8

Tujuh SD di Jogja Resmi Jadi Sekolah Aman Bencana Evakuasi pada kecelakaan tabrakan mobil di Km 58 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4/2024). (ANTARA - Ali Khumaini)

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak tujuh Sekolah Dasar (SD) di Kota Jogja resmi ditetapkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada awal 2026. Penambahan ini diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan bencana sejak dini di lingkungan pendidikan dasar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat tujuh sekolah tersebut meliputi SD Negeri Gedongkuning, SD Negeri Gedongtengen, SD Negeri Jetisharjo, SD Negeri Bumijo, SD Negeri Sindurejan, SD Negeri Balirejo, dan SD Negeri Tahunan. Dengan tambahan tahun ini, total sudah 21 SD di Kota Jogja yang menyandang status SPAB.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Jogja, Iswari Mahendrarko, mengatakan pembentukan SPAB bertujuan menanamkan budaya aman bencana bagi seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga peserta didik.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Iswari menjelaskan, setiap sekolah SPAB mendapatkan edukasi mengenai potensi bencana di Kota Jogja, mulai dari gempa bumi, kebakaran, hingga banjir. Selain pemaparan materi, BPBD juga menggelar simulasi penanganan bencana yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Menurutnya, melalui simulasi ini para guru, staf, dan siswa dapat memahami langkah evakuasi serta peran masing-masing ketika bencana terjadi. Sekolah juga membentuk tim siaga untuk memastikan mekanisme penanganan berjalan tertib dan terstruktur.

“Ketika bencana terjadi, semua sudah memahami apa yang harus dilakukan. Edukasinya tidak hanya untuk guru, tetapi juga melibatkan murid,” ujarnya.

Ia menambahkan, program SPAB dijalankan secara berkelanjutan dan dirancang berlangsung hingga lima tahun ke depan. Prioritas diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Gedongkuning, Wiwin Prihandiningsih, menyambut baik penetapan SPAB di sekolahnya. Ia berharap status ini bisa memperkuat kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.

“Harapannya, kami semakin siap. Jika suatu saat terjadi bencana, kami bisa meminimalkan risiko bagi siswa maupun guru,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news