Warga Didorong Kembangkan Usaha Ayam Kampung Super

2 hours ago 1

Warga Didorong Kembangkan Usaha Ayam Kampung Super

Bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Kanigoro, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (5/6)./ Yosef Leon

GUNUNGKIDUL - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Kanigoro, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat (5/6). Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha peternakan ayam kampung super.

Anggota DPRD DIY, Purwanto Imam Taufik, mengatakan kegiatan bedah buku itu merupakan tindak lanjut atas usulan warga Kanigoro yang diajukan sejak tahun lalu. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan aspirasi masyarakat dapat diakomodasi melalui program pemerintah.

“Usulan kegiatan ini sudah disampaikan sejak tahun lalu dan hari ini dapat terlaksana. Ini menunjukkan aspirasi masyarakat bisa diakomodasi,” katanya.

Imam juga mengingatkan pentingnya membangun budaya membaca di tengah masyarakat. Menurut dia, DIY pernah mencatat tingkat kegemaran membaca tertinggi secara nasional pada 2024 dengan rata-rata waktu membaca lebih dari dua jam per hari.

“Kegiatan bedah buku ini menjadi pengingat agar masyarakat kembali membiasakan diri membaca karena banyak manfaat yang diperoleh, termasuk menjaga daya ingat,” ujarnya.

Ia menilai tema budi daya ayam kampung super dipilih karena sesuai dengan karakteristik masyarakat Gunungkidul yang memiliki potensi besar di sektor peternakan. Selain sapi dan kambing, usaha ayam kampung dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena dapat dijalankan dalam skala rumah tangga.

Pustakawan Ahli Pertama DPAD DIY, Hari Setiawan, mengatakan bedah buku menjadi sarana untuk mengupas isi buku sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Menurut dia, buku yang dibedah memuat pengetahuan praktis mengenai budidaya ayam kampung super yang berpotensi dikembangkan di wilayah Kanigoro.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Narasumber pengulas buku, Tri Iwan Isbumaryani, menjelaskan buku tersebut menyajikan panduan lengkap budidaya ayam kampung super atau Jowo Super (Joper), mulai dari pemilihan bibit, pembibitan, penetasan, manajemen kandang, hingga pemasaran hasil ternak.

Menurut dia, ayam kampung super memiliki prospek usaha yang menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat. Selain memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding ayam kampung biasa, Joper juga dikenal adaptif dan memiliki cita rasa yang diminati konsumen.

Sementara itu, praktisi peternakan Santoso membagikan pengalamannya mengembangkan usaha ternak dari skala kecil hingga mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Setelah mencoba berbagai jenis ternak, mulai dari burung, kelinci, kambing, hingga bebek, ia akhirnya memilih usaha ayam petelur kampung.

Menurut Santoso, usaha ayam kampung relatif efisien karena kebutuhan pakan tidak terlalu besar, sementara hasil produksi telur mampu memberikan keuntungan yang stabil. Namun, ia mengingatkan kesehatan ternak tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha.

“Selisih biaya pakan dan hasil penjualan telur masih memberikan keuntungan. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan ternak agar produktivitas tetap terjaga,” ujarnya.(Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news