
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Wirobrajan mulai mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Sebagai tahap awal, Pemerintah Kelurahan Wirobrajan menggelar rapat koordinasi persiapan pembagian Makan Bergizi Gratis pada 30 Mei 2026. Pertemuan itu melibatkan berbagai unsur yang akan berperan dalam pelaksanaan program, mulai dari kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga pihak kelurahan.
Lurah Wirobrajan, Seno Wibowo, menegaskan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat ditentukan oleh sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi sejak awal dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah kelurahan, kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, hingga masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Seno, Program Makan Bergizi Gratis di Wirobrajan difokuskan pada kelompok masyarakat yang rentan mengalami masalah gizi, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kelompok tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal.
Pemenuhan gizi yang baik diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak sejak dini sekaligus menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan dan menyusui.
Sementara itu, Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Wirobrajan, Nanik Supriyani, menjelaskan rapat koordinasi membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Mulai dari pendataan calon penerima manfaat, mekanisme distribusi makanan bergizi, jadwal pelaksanaan, hingga pembagian tugas bagi kader dan petugas yang terlibat.
Menurutnya, persiapan yang matang menjadi kunci agar distribusi bantuan gizi dapat berlangsung efektif dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain membahas data penerima manfaat, peserta rapat juga menyepakati rencana lokasi distribusi makanan bergizi yang akan dilakukan di masing-masing RW di wilayah Kelurahan Wirobrajan.
“Skema pembagian per RW dipilih untuk mempermudah akses masyarakat penerima manfaat serta meningkatkan efektivitas distribusi makanan bergizi,” katanya.
Nanik menambahkan, koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kesamaan persepsi dinilai penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak kesehatan yang nyata bagi masyarakat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Program Makan Bergizi Gratis di Kelurahan Wirobrajan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak. Pelaksanaan distribusi yang berbasis RW juga diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan gizi sekaligus memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata oleh warga yang menjadi sasaran program di Wirobrajan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































