KLIKPOSITIF- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Senin (3/8/2026) merendam sedikitnya 17 hektare areal persawahan yang telah ditanami padi. Kota Padang menjadi daerah dengan dampak paling besar.
Data Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Disbuntanhor) Sumbar mencatat lahan terdampak tersebar di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Disbuntanhor Sumbar, Afniwirman, mengatakan tingginya curah hujan di wilayah pesisir barat menjadi penyebab utama banjir yang merendam lahan pertanian.
“Curah hujan kemarin cukup tinggi di wilayah pesisir barat, terutama Kota Padang dan Padang Pariaman. Dari hasil koordinasi kami, daerah lain tidak ada yang terdampak. Namun yang paling parah memang Kota Padang,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, luas sawah yang terdampak di Kota Padang mencapai 14,5 hektare, sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman sekitar 1,5 hektare.
Menurut Afniwirman, tanaman padi yang terendam berada pada berbagai fase pertumbuhan, mulai umur 30 hari hingga sekitar 90 hari atau menjelang panen. Sebagian di antaranya diperkirakan mengalami puso atau gagal panen.
Disbuntanhor Sumbar kini masih menghitung besaran kerugian akibat bencana tersebut. Data kerusakan juga telah disampaikan kepada Kementerian Pertanian untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan mengirimkan data kerusakan ke Kementerian Pertanian. Saat ini kami menunggu arahan lebih lanjut terkait langkah penanganannya,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan program rehabilitasi lahan dan tanaman yang rusak serta menunggu kebijakan pemerintah terkait kemungkinan bantuan bagi petani terdampak.
Sementara itu, seorang petani di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Emi, mengaku sawah miliknya yang baru selesai direhabilitasi kembali rusak setelah diterjang banjir.
“Iya, ada sekitar empat petak sawah. Sudah ditanam, tapi sekarang tertimbun lagi oleh lumpur dan bebatuan,” terangnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk membantu para petani yang terdampak, mengingat bertani menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarganya.
“Kalau tidak bertani lagi mau jadi apa. Bertani satu-satunya sumber ekonomi kami saat ini,” tuturnya.

9 hours ago
5




















































