Banjir Pantura ganggu perjalanan KA Pandalungan JakartaJember. Keterlambatan masih terjadi, namun operasional kereta berangsur pulih. - ANtara.
Harianjogja.com, JEMBER—Dampak banjir di jalur Pantai Utara Jawa masih memengaruhi perjalanan kereta api jarak jauh. Salah satunya dialami KA Pandalungan relasi Jakarta–Jember yang kembali tiba terlambat di Stasiun Jember pada Selasa, seiring proses penanganan banjir di wilayah Daop 4 Semarang.
Manajer Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan KA Pandalungan tercatat tiba di Stasiun Jember pada pukul 10.16 WIB. Kedatangan tersebut mengalami keterlambatan selama 76 menit dibandingkan jadwal normal perjalanan.
Ia menjelaskan, gangguan operasional akibat banjir tidak hanya berdampak pada satu rangkaian. Di wilayah kerja Daop 9 Jember, terdapat dua kereta api yang sempat terdampak, yakni KA Pandalungan serta KA Blambangan Ekspres, yang sebelumnya terpengaruh kondisi jalur di wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang.
Menurut Cahyo, kondisi perjalanan kereta api saat ini menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Sejumlah rangkaian yang sebelumnya mengalami hambatan kini mulai kembali beroperasi secara bertahap, meskipun beberapa di antaranya masih mencatatkan keterlambatan kedatangan. Namun, durasi keterlambatan tersebut terus berkurang secara signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Ia menambahkan, perjalanan KA Pandalungan relasi Gambir–Jember sudah memperlihatkan tren pemulihan menuju kondisi normal. Apabila dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, keterlambatan yang terjadi kini jauh lebih singkat seiring membaiknya kondisi jalur rel di wilayah terdampak banjir.
Sementara itu, untuk layanan KA Blambangan Ekspres, baik jadwal keberangkatan maupun kedatangan di Stasiun Ketapang terpantau berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan tanpa mengalami gangguan berarti.
Dalam rangka menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang, KAI terus mengintensifkan penanganan prasarana di sejumlah titik rawan. Ratusan personel prasarana dan operasional dikerahkan untuk bekerja selama 24 jam penuh dengan sistem tiga shift guna mempercepat pemulihan lintasan.
Langkah perbaikan yang dilakukan meliputi pemeriksaan lanjutan kondisi rel secara berkala, penguatan struktur jalur agar tetap stabil, pengangkatan serta perapihan track, hingga penyempurnaan sistem drainase guna mencegah potensi genangan air kembali terjadi. Upaya tersebut terus dilakukan mengingat potensi cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah lintasan kereta api.
“Kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi. Fokus kami adalah mempercepat normalisasi jalur agar perjalanan kereta api kembali melintas dengan kecepatan normal tanpa mengesampingkan aspek keselamatan,” kata Cahyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

2 hours ago
1
















































