Bermain Petak Umpet, Kepala Bocah SD di Semanu Terjepit Tembok

2 hours ago 1

Bermain Petak Umpet, Kepala Bocah SD di Semanu Terjepit Tembok

Ilustrasi anak-anak bermain petak umpet/AI

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang siswi SD berinisial DTS, 8, asal SD Negeri Dayakan II di Kalurahan Dadapayu, Semanu, mengalami insiden kepala terjepit di sela-sela tembok saat bermain petak umpet pada Selasa (28/7/2026) pagi. Korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan dipastikan tidak mengalami luka.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB setelah kegiatan bersih-bersih di sekolah selesai. Saat itu, DTS bersama teman-temannya bermain petak umpet dan memilih sela-sela pagar dengan tembok musala sekolah sebagai lokasi persembunyian.

Lurah Dadapayu, Semanu, Nanang Arijana, mengatakan setelah mengetahui kejadian tersebut, pihaknya langsung meminta bantuan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan upaya penyelamatan.

"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB," kata Nanang Arijana, Selasa siang.

Insiden tersebut sempat diabadikan dalam sebuah video yang beredar melalui pesan WhatsApp. Dalam video itu, korban terlihat diam dengan posisi kepala terjepit di antara dua tembok.

Untuk mengurangi risiko luka, bagian kepala sebelah kiri diberi bantalan berupa tisu, sedangkan bagian kanan menggunakan jilbab yang dikenakan korban sebagai pelindung.

Menurut Nanang, warga sekitar juga berupaya memberikan pertolongan dengan menggunakan dongkrak mobil untuk memperlonggar celah di antara kedua tembok agar kepala korban dapat dikeluarkan.

"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan dengan lancar sehingga bocah yang terjepit bisa dikeluarkan," katanya.

Ia menambahkan, kondisi kesehatan korban telah diperiksa dan dipastikan tidak mengalami luka. Meski demikian, korban mengalami trauma akibat kepalanya sempat terjepit di sela tembok dan pagar di lingkungan sekolah.

"Tapi memang ada trauma karena kepalanya terjepit di sela tembok dengan pagar di lingkungan sekolah. Untuk kondisinya juga berangsur membaik," katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Gunungkidul, Handoko, membenarkan adanya upaya evakuasi terhadap siswi SD yang kepalanya terjepit di tembok.

Menurut Handoko, peristiwa bermula saat sekolah menggelar kegiatan bersih-bersih. Setelah kegiatan selesai, korban bermain petak umpet bersama teman-temannya.

Korban kemudian memilih sela-sela pagar dan tembok musala sekolah sebagai tempat bersembunyi. Namun, kepalanya justru tersangkut di antara pagar dan tembok sehingga membutuhkan bantuan untuk proses evakuasi.

"Nahasnya, kepala sibocah malah tersangkut di antara pagar dengan tembok. Makanya, memanggil tim damkarmat untuk proses evakuasi," katanya.

Handoko tidak menampik bahwa saat petugas tiba di lokasi, warga telah melakukan upaya penyelamatan. Sesuai prosedur pertolongan, tim dari Gunungkidul Emergency Service (GES) kemudian melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan korban.

"Korban berhasil dievakuasi dengan selamat oleh warga. Hasil pemeriksaan medis, kondisnya juga baik. Untuk warga yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi 0274 391113 atau melalui WA 08112657113," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news