BNPB Respons Normalisasi Sungai Juwana di Jawa Tengah, Lakukan TMC

21 hours ago 4

BNPB Respons Normalisasi Sungai Juwana di Jawa Tengah, Lakukan TMC Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat berbincang dengan korban terdampak bencana di Pantura Jateng, Sabtu (17/1/2026). ANTARA - HO/BNPB

Harianjogja.com, SEMARANG— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Jawa Tengah berjalan optimal. Kepala BNPB Suharyanto menekankan bahwa pemerintah tidak memberikan perlakuan berbeda antarwilayah dalam upaya penanggulangan bencana.

“Semua masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia punya hak yang sama untuk menerima bantuan dan perhatian,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di Demak, Sabtu (17/1/2026).

Warga Minta Normalisasi Sungai Juwana

Dalam dialog bersama warga terdampak, Suharyanto menyampaikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat—mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga tempat tinggal sementara—telah terpenuhi dengan baik. Namun warga tetap menyampaikan satu permintaan penting: normalisasi Sungai Juwana agar banjir serupa tidak berulang.

Menjawab aspirasi itu, BNPB akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas langkah teknis.

Menurut Suharyanto, banjir tahunan di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Kudus, tidak lepas dari perubahan daya dukung lingkungan. Karena itu, penyelesaiannya perlu dilakukan dalam dua tahap: solusi jangka pendek dan jangka panjang.

TMC Digelar untuk Redam Curah Hujan

Untuk solusi cepat, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca (TMC) yang diarahkan BMKG. Sejak Jumat, satu pesawat dikerahkan untuk menaburkan bahan penyemaian awan guna mengurangi intensitas hujan di kawasan terdampak.

“Modifikasi cuaca diharapkan menurunkan curah hujan sehingga debit air tidak terus bertambah,” katanya.

BNPB memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi tetap dipenuhi. Apabila anggaran pemerintah kabupaten tidak mencukupi, daerah dapat mengajukan mekanisme reimburs melalui BNPB.

Selain meninjau Demak, Suharyanto juga meninjau wilayah terdampak banjir di Pati pada hari yang sama, serta sebelumnya mengunjungi Kudus dan Jepara pada Jumat (16/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news