
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Senin (27/7/2026).
Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8/2026). Pada hari yang sama, rupiah justru menguat 0,79% ke level Rp17.755 per dolar AS setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG bergerak dalam rentang 6.462,74 hingga 6.362,76 sepanjang perdagangan. Dari seluruh konstituen yang diperdagangkan, sebanyak 306 saham menguat, 340 saham melemah, dan 317 saham stagnan.
Penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI menjadi salah satu sentimen dari dalam negeri yang diperhatikan pelaku pasar.
Saham LQ45 Didominasi Pelemahan
Sejumlah saham yang tergabung dalam jajaran LQ45 mengalami tekanan pada perdagangan Senin. Pelemahan terbesar dicatatkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang turun 4,05% menjadi Rp710.
Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 3,63% ke Rp1.860 dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) turun 3,33% ke Rp2.610.
Tekanan juga terjadi pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 3,32% ke Rp2.620. PT Indosat Tbk. (ISAT) melemah 3,23% ke Rp2.100, sedangkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) turun 2,83% ke Rp515.
Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 berhasil mencatatkan penguatan. PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 7,87% ke Rp685.
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 3,40% ke Rp3.040, sedangkan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menguat 2,33% ke Rp2.200.
Penguatan juga terjadi pada PT United Tractors Tbk. (UNTR) sebesar 1,58% ke Rp24.050, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) sebesar 1,25% ke Rp1.625, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) sebesar 0,84% ke Rp2.390.
Rupiah Justru Menguat
Berbeda dengan pergerakan IHSG, rupiah mengakhiri perdagangan awal pekan dengan penguatan terhadap dolar AS.
Rupiah ditutup menguat 0,79% ke level Rp17.755 per dolar AS pada Senin (10/8/2026). Sementara itu, indeks dolar AS justru menguat 0,11% ke level 99,64.
Pergerakan mata uang Asia berlangsung bervariasi. Yen Jepang melemah 0,46%, dolar Hong Kong turun 0,01%, won Korea Selatan melemah 0,73%, sedangkan yuan China menguat 0,01%.
Dolar Singapura ditutup melemah 0,05%, baht Thailand menguat 0,26%, dan ringgit Malaysia menguat 0,05%.
Destry Jadi Sentimen Pasar Domestik
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu sentimen dari dalam negeri berasal dari keputusan Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Pengajuan tersebut tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surpres kepada DPR terkait nama Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI.
Prasetyo mengatakan pemerintah menyerahkan sejumlah Surpres tersebut kepada pimpinan DPR pada Senin (10/8/2026). Penyerahan dilakukan setelah dirinya berkoordinasi dengan Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
"Hari ini, atas petunjuk dari Bapak Presiden, secara resmi kami diutus dan ditugaskan untuk menyerahkan beberapa surpres ke DPR," kata Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Gedung DPR, Senin (10/8/2026).
Dengan demikian, perdagangan awal pekan menunjukkan respons berbeda pada dua indikator pasar utama. IHSG berakhir di zona merah, sementara rupiah menguat terhadap dolar AS setelah pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif disampaikan kepada DPR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com

6 hours ago
8

















































