Di Tengah Medan Berat, Marinir Berhasil Evakuasi Korban Banjir Bandang Kayu Tanam
PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Upaya pencarian korban banjir bandang yang menerjang kawasan Kayu Tanam, Nagari Guguk, Sungai Lembah Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, kembali menemui titik haru.
Tim Satgas Marinir dari Yonmarhanlan II Padang bersama BPBD Padang Pariaman dan Basarnas berhasil mengevakuasi satu lagi korban dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat siang.
Evakuasi berlangsung dramatis. Di tengah medan berlumpur dan aliran air yang masih menyisakan bahaya, para personel gabungan bergerak menyisir area sejauh ratusan meter dari permukiman warga. Korban ditemukan dalam kondisi terseret jauh akibat derasnya arus banjir bandang yang melanda kawasan itu sejak Kamis malam.
Komandan lapangan, Kapten Marinir Yudi, menjelaskan bahwa tim harus bekerja ekstra hati-hati mengingat kondisi lapangan yang sulit dan cuaca yang belum stabil.
“Medannya berat, banyak material kayu besar dan lumpur tebal yang menutup jalur pencarian. Namun kami tetap berupaya maksimal karena masih ada laporan warga hilang. Korban yang ditemukan hari ini berada cukup jauh dari titik awal dugaan hanyut,” ujar Kapten Marinir Yudi di lokasi evakuasi.
Jenazah korban laki-laki yang diduga warga sekitar itu kemudian ditandu oleh tim gabungan bersama masyarakat menuju ambulans. Proses pemindahan jenazah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan, sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Kayu Tanam untuk identifikasi lebih lanjut.
Menurut Kapten Yudi, penemuan korban pada siang ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 7 orang. Sebelumnya, tim telah berhasil menemukan enam korban lain di sejumlah titik yang tersebar di sepanjang aliran sungai dan area terdampak lain. Hingga berita ini diturunkan, seluruh jenazah sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara Padang untuk keperluan identifikasi lebih lengkap.
“Kami belum menghentikan pencarian. Informasi dari warga menunjukkan masih ada keluarga yang belum ditemukan. Kami bersama BPBD, Basarnas, dan relawan tetap melanjutkan penyisiran,” tambah Kapten Yudi.
Hingga sore hari, tim gabungan tetap bersiaga di lokasi. Tumpukan material banjir mulai dari bongkahan kayu, batu, hingga puing rumah masih menjadi tantangan besar dalam proses pencarian lanjutan. Sementara itu, warga yang selamat tampak memantau proses evakuasi dengan wajah cemas, berharap kabar baik mengenai anggota keluarga yang belum ditemukan.
Bencana banjir bandang yang terjadi di Kayu Tanam menjadi salah satu yang terparah di wilayah tersebut beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah mengerahkan bantuan logistik, sementara proses pencarian korban dan pembersihan akses jalan terus dilanjutkan tanpa jeda.
Situasi di lapangan menunjukkan upaya tanpa kenal lelah dari seluruh unsur yang terlibat. Dan di tengah duka mendalam yang menyelimuti warga, kerja cepat dan sigap tim Marinir, BPBD, Basarnas, dan relawan menjadi harapan utama untuk menemukan korban lainnya yang masih hilang.

2 days ago
10


















































