Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso (Dok: Sinta KabarMakassar)
KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendorong penguatan dukungan anggaran bagi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di APBD 2027 untuk memperluas program pembinaan anak muda.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan kriminalitas di kalangan remaja.
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, mengatakan keterbatasan anggaran dapat memengaruhi ruang gerak Kesbangpol dalam menjalankan berbagai program pembinaan generasi muda.
“Ini kan tergantung anggaran sebenarnya. Sejauh mana pemerintah melihat bahwasanya ini penting untuk pembinaan anak-anak muda kita di Makassar, ya harus didukung dengan pendanaan yang harus masuk di Kesbangpol,” kata Andi Hadi Ibrahim Baso, Senin (07/09).
Ia menyebut Kesbangpol sebenarnya memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan pembinaan anak muda. Namun, program tersebut membutuhkan dukungan pendanaan agar dapat dijalankan lebih luas dan menjangkau masyarakat secara langsung.
“Kesbangpol dengan program-program yang ada saya rasa banyak program mereka untuk pembinaan-pembinaan anak muda. Cuma bagaimana mereka mau bergerak kalau misalnya ya anggaran yang ada terbatas,” ujarnya.
Menurut Ketua PKS Makassar itu, Kesbangpol memiliki peluang besar memperluas pembinaan karena dapat masuk ke berbagai lingkungan, termasuk sekolah serta wilayah RT dan RW. Karena itu, penguatan anggaran dinilai penting agar kegiatan pembinaan tidak hanya berhenti pada program, tetapi dapat dirasakan langsung oleh anak muda.
“Mereka kan mudah sekali masuk di sekolah-sekolah, masuk di RT/RW, bagaimana membina anak muda di situ,” katanya.
Selain melalui program Kesbangpol, ia mendorong pemerintah menyediakan lebih banyak aktivitas positif bagi anak muda. Salah satu yang dinilai penting adalah penyediaan fasilitas olahraga hingga tingkat RT.
“Saya sepakat bahwasanya harusnya di setiap RT ada wahana-wahana olahraga yang diterbitkan oleh pemerintah,” tuturnya.
Ia menilai fasilitas tersebut dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan produktif, baik pada pagi maupun sore hari.
Ia juga meminta pemerintah menciptakan fasilitas publik yang lebih ramah bagi generasi muda. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam memanfaatkan fasilitas pemerintah dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan dan program pembangunan kota.
“Tempat-tempat pemerintahan harus ramah terhadap anak bangsa ini. Sehingga anak-anak merasa bahwasanya apa yang dibangun pemerintah itu juga milik mereka,” ujarnya.
Penguatan pembinaan juga dinilai perlu menyasar organisasi kemasyarakatan. Sehingga ia meminta Kesbangpol memperkuat pembinaan terhadap organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan yang ada di Makassar.
Di sisi lain, Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar itu menyambut baik informasi mengenai penurunan angka kriminalitas di Makassar belakangan ini. Kondisi tersebut dinilai sebagai perkembangan positif dalam upaya menciptakan kota yang aman dan kondusif.
“Suatu kesyukuran bagi kita bahwasanya ini terjadi di Makassar yang kita inginkan barangkali Makassar ini menjadi kota yang kondusif, kota yang dipenuhi dengan keamanan dan kedamaian,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan kriminalitas tidak mungkin hilang sepenuhnya. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, kepolisian, DPRD, organisasi masyarakat dan masyarakat luas.
Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk berkembang.
“Perlu banyak orang baik di Kota Makassar ini,” tuturnya.

















































