PADANG, KLIKPOSITIF — Pertandingan cabang olahraga (cabor) tenis meja Semen Padang SPORTALYMPIC 2026 resmi berakhir, Selasa (28/7/2026). Tim Gipsum keluar sebagai juara setelah melewati laga final dramatis menghadapi Tim Silika yang harus ditentukan hingga pertandingan kelima.
Final yang berlangsung sengit tersebut menjadi salah satu pertandingan paling menarik dalam rangkaian SPORTALYMPIC 2026. Kedua tim tampil dengan kekuatan terbaik dan sama-sama memiliki ambisi untuk membawa pulang gelar juara. Kejar-mengejar angka berlangsung sejak pertandingan pertama hingga laga penentuan.
Dalam pertandingan final tersebut, masing-masing tim menurunkan lima pasangan ganda putra. Dengan sistem tersebut, setiap pertandingan menjadi sangat penting karena kemenangan maupun kekalahan akan menentukan peluang tim untuk merebut gelar juara.
Sejak awal laga, atmosfer pertandingan sudah terasa panas. Dukungan suporter dari masing-masing tim terdengar dari pinggir arena, memberikan energi tambahan bagi para pemain yang tengah berjuang mengamankan poin.
Pada pertandingan pertama, Tim Gipsum menurunkan pasangan Yun/Fairuzli untuk menghadapi pasangan Tim Silika, Zulkarnaen/Masrizal. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua pasangan saling berusaha mengambil momentum sejak awal.
Namun, pasangan Zulkarnaen/Masrizal mampu tampil lebih efektif dan mengamankan kemenangan. Hasil tersebut membuat Tim Silika unggul lebih dahulu dengan skor 1-0.
Tertinggal satu angka tidak membuat Tim Gipsum kehilangan konsentrasi. Mereka langsung merespons pada pertandingan kedua dengan menurunkan pasangan Afif/Dido. Sementara Tim Silika mempercayakan laga tersebut kepada Irwan KP/Sabrimen.
Afif/Dido tampil penuh determinasi. Permainan agresif yang diperagakan pasangan Gipsum mampu menyulitkan lawan dan akhirnya membuahkan kemenangan. Tim Gipsum pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pertandingan semakin menarik ketika kedua tim memasuki laga ketiga. Tim Gipsum kembali mendapatkan momentum setelah pasangan Ilyas/Arief berhasil menaklukkan pasangan Silika, Endrayanto/Yoserizal.
Kemenangan tersebut membuat Gipsum berbalik unggul 2-1. Hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara, Gipsum berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
Namun, Tim Silika tidak membiarkan pertandingan berakhir begitu saja. Memasuki pertandingan keempat, tekanan justru semakin terasa. Pasangan Jefri/Mendra yang diturunkan Tim Gipsum harus mengakui keunggulan pasangan Supriadi/Ibrar dari Tim Silika.
Hasil itu membuat kedudukan kembali imbang 2-2. Artinya, gelar juara harus ditentukan melalui pertandingan kelima atau laga penentuan.
Situasi tersebut membuat tensi pertandingan meningkat. Sorakan suporter kedua tim semakin menggema mengiringi setiap reli yang terjadi di meja pertandingan. Para pemain pun harus mampu menjaga konsentrasi sekaligus mengendalikan tekanan karena satu kesalahan dapat mengubah arah pertandingan.
Pada laga penentuan, Tim Gipsum menurunkan pasangan Taufiq/Yoga, sedangkan Tim Silika mengandalkan pasangan Endri Alta/Yusuf Efendi.
Pertandingan berlangsung sengit. Kedua pasangan saling memberikan perlawanan dan berusaha mempertahankan setiap peluang untuk membawa timnya menjadi kampiun. Dukungan suporter pun semakin meriah ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial.
Taufiq/Yoga akhirnya mampu menjaga ketenangan hingga pertandingan berakhir. Pasangan Gipsum tersebut sukses mengamankan kemenangan sekaligus memastikan Tim Gipsum menjadi juara pertama cabang olahraga tenis meja Semen Padang SPORTALYMPIC 2026.
Kemenangan di laga kelima itu menjadi penutup dramatis bagi Tim Gipsum yang sempat tertinggal pada pertandingan pembuka. Setelah melalui pertarungan lima laga, Gipsum berhasil membalikkan keadaan dan keluar sebagai juara dengan skor akhir 3-2.
Sementara itu, Tim Silika harus puas menempati posisi kedua. Meski gagal merebut gelar juara, perjuangan mereka hingga laga terakhir mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan sengit dan membuat pertandingan final berlangsung hingga partai penentuan.
Manajer Tim Gipsum, Ilyas, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya meraih gelar juara. Menurut dia, kemenangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh anggota tim yang telah mempersiapkan diri serta strategi dalam menentukan pasangan pada setiap pertandingan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kemenangan ini. Semua berkat kerja keras tim dan strategi dalam menurunkan pemain di setiap pertandingan,” ujar Ilyas.
Ia menilai keberhasilan Gipsum bukan semata-mata karena kemampuan individu pemain, melainkan hasil dari kekompakan dan kerja sama seluruh anggota tim. Setiap pemain memiliki peran penting, termasuk mereka yang tampil sejak babak awal hingga partai penentuan.
Menurutnya, kondisi pertandingan yang berlangsung ketat hingga skor 2-2 menjadi ujian tersendiri bagi tim. Namun, para pemain mampu menjaga fokus dan memberikan penampilan terbaik ketika kesempatan untuk menentukan juara datang pada pertandingan kelima.
“Setiap pertandingan memiliki tantangan masing-masing. Kami berusaha menjaga kekompakan dan menjalankan strategi yang sudah disiapkan. Alhamdulillah, pada pertandingan terakhir kami bisa meraih kemenangan,” katanya.
Sementara itu, pertandingan perebutan posisi ketiga juga berlangsung tidak kalah sengit. Tim Batu Kapur harus bekerja keras menghadapi Tim Tanah Liat dalam pertandingan yang juga berakhir melalui lima laga.
Setelah melewati pertarungan ketat, Tim Batu Kapur akhirnya berhasil mengalahkan Tim Tanah Liat dengan skor 3-2. Hasil tersebut menempatkan Batu Kapur sebagai peraih juara ketiga, sementara Tanah Liat berada di posisi keempat.
PIC Cabor Tenis Meja Semen Padang SPORTALYMPIC 2026, Ferdi Dinardo, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan tenis meja berjalan lancar, mulai dari babak penyisihan, semifinal hingga final.
Menurut Ferdi, selain menghadirkan persaingan untuk menjadi yang terbaik, SPORTALYMPIC 2026 juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarkaryawan melalui olahraga.
“Pertandingan berjalan lancar, mulai dari penyisihan, semifinal hingga final. Suasananya sangat meriah dan yang paling penting adalah terjalinnya kekompakan,” kata Ferdi.
Ia menyebut semangat para peserta terlihat sejak babak penyisihan. Para pemain tidak hanya berusaha memenangkan pertandingan, tetapi juga menunjukkan sportivitas dan kebersamaan sepanjang kompetisi.
Menurut Ferdi, atmosfer pertandingan final yang harus ditentukan hingga laga kelima menunjukkan bahwa kekuatan antartim relatif berimbang. Hal tersebut sekaligus membuat kompetisi tenis meja SPORTALYMPIC 2026 semakin menarik untuk disaksikan.
“Semangat peserta sangat luar biasa. Bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana olahraga ini bisa memperkuat silaturahmi, kekompakan dan kebersamaan,” ujarnya.
Berakhirnya pertandingan tenis meja ditandai dengan kemenangan dramatis Tim Gipsum atas Silika. Gelar juara tersebut sekaligus menjadi buah dari perjuangan panjang tim yang mampu bangkit setelah kehilangan pertandingan pertama dan kemudian merebut tiga kemenangan dari empat laga berikutnya.
Dengan hasil tersebut, Tim Gipsum berhak menyandang predikat juara pertama tenis meja Semen Padang SPORTALYMPIC 2026, disusul Tim Silika sebagai juara kedua, Tim Batu Kapur di posisi ketiga, dan Tim Tanah Liat sebagai juara keempat.
Lebih dari sekadar perebutan gelar, pertandingan tersebut memperlihatkan bahwa SPORTALYMPIC 2026 menjadi ruang bagi para peserta untuk berkompetisi secara sehat, membangun kebersamaan, sekaligus memperkuat semangat sportivitas di lingkungan Semen Padang.
Drama lima pertandingan di partai final pun menjadi penutup yang manis bagi cabor tenis meja SPORTALYMPIC 2026. Dari tertinggal 0-1, berbalik unggul 2-1, kemudian kembali disamakan menjadi 2-2, hingga akhirnya memastikan kemenangan 3-2, Tim Gipsum membuktikan bahwa ketenangan, strategi, kerja sama, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci untuk berdiri di podium tertinggi.

2 hours ago
1


















































