Sambut Konker PDPI, Fadly Amran Ajak Kolaborasi Kesehatan dan Pemulihan Padang Pascabencana

8 hours ago 7

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai jamuan makan malam peserta Konferensi Kerja (Konker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII Tahun 2026 di Rumah Gadang Baiturrahmah, Kota Padang, Sabtu (19/9/2026).

Jamuan makan malam tersebut menjadi bagian dari rangkaian Konker PDPI yang berlangsung di Kota Padang pada 16-19 September 2026. Kegiatan itu mempertemukan jajaran pengurus PDPI dari berbagai daerah sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara organisasi profesi kedokteran paru dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran hadir langsung menyambut para peserta Konker PDPI. Turut hadir Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PDPI Arief Riadi Arifin, Ketua PDPI Cabang Sumbar Masrul Basyar, serta para ketua Pengurus Cabang (PC) PDPI se-Indonesia.

Sejumlah pejabat Pemko Padang juga hadir, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurniayati, Direktur RSUD dr. Rasidin Padang Lismawati, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak dapat hanya dilihat dari aspek pelayanan medis. Kesehatan masyarakat juga berkaitan erat dengan kesejahteraan, kualitas lingkungan, hingga kemampuan daerah membangun sistem yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Visi kami adalah menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Kota sehat bukan hanya sehat badannya, tetapi juga sehat kesejahteraannya,” ujar Fadly.

Ia mengatakan, Pemko Padang terus mendorong pembangunan kota yang menempatkan kesehatan sebagai salah satu bagian penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dalam konteks tersebut, Fadly menilai keberadaan PDPI memiliki arti penting bagi pemerintah daerah. Organisasi profesi yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan paru tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif dan rekomendasi dalam merespons persoalan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kolaborasi dengan PDPI penting karena tantangan kesehatan membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Fadly juga mengaitkan penguatan sektor kesehatan dengan upaya pemulihan daerah pascabencana. Menurut dia, proses pemulihan tidak hanya menyangkut pembangunan kembali sarana dan prasarana yang terdampak, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan kondisi kesehatan dan kesejahteraan yang baik.

Karena itu, Pemko Padang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi kedokteran, untuk memperkuat penanganan persoalan kesehatan sekaligus mendukung proses pemulihan dan kebangkitan ekonomi daerah.

“Harapan kami, PDPI bisa memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Padang dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP PDPI Arief Riadi Arifin mengatakan, Konker merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan secara nasional setiap tahun. Forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menyelaraskan agenda organisasi antara pengurus pusat dan daerah, sekaligus membahas arah kebijakan PDPI ke depan.

Konker PDPI ke-XVIII Tahun 2026 dipusatkan di Kota Padang pada 16-19 September 2026 dengan lokasi utama kegiatan di The ZHM Premiere Hotel.

Arief mengatakan, keputusan memilih Padang sebagai lokasi pelaksanaan Konker PDPI tahun ini memiliki makna tersendiri bagi organisasi. Selain menjadi bagian dari upaya memperluas pelaksanaan kegiatan organisasi di daerah, Padang juga memiliki hubungan historis dengan perjalanan pendidikan dan perkembangan keilmuan kedokteran paru di Indonesia.

“Konferensi kerja ini kami laksanakan setiap tahun secara nasional dan untuk yang ke-18 ini kami putuskan dilaksanakan di Padang. Ada filosofinya karena sebagian besar guru-guru kami berasal dari sini,” kata Arief.

Ia menyampaikan, keberadaan para peserta dari berbagai Pengurus Cabang PDPI di Padang sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggota organisasi dan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.

Jamuan makan malam di Rumah Gadang Baiturrahmah pun berlangsung dalam suasana informal. Di tengah agenda organisasi yang padat, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi jajaran PDPI dan Pemko Padang untuk saling bertukar pandangan mengenai isu kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Pemko Padang, kehadiran para dokter spesialis paru dari berbagai daerah juga menjadi peluang untuk memperkuat jejaring dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Terlebih, persoalan kesehatan paru memiliki keterkaitan dengan berbagai faktor lingkungan dan sosial yang membutuhkan pendekatan lintas sektor.

Melalui pertemuan tersebut, Pemko Padang berharap hubungan dengan PDPI tidak berhenti pada rangkaian Konker, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat.

Sementara bagi PDPI, pelaksanaan Konker ke-XVIII di Padang menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat hubungan dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Promo menara agung padang - honda padang

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news