Harianjogja.com, SLEMAN—Kabar positif datang bagi PSS Sleman menjelang laga lanjutan kompetisi, setelah gelandang asing Frederic Injai menunjukkan perkembangan signifikan dari cedera yang sebelumnya dialaminya dan berpeluang tampil saat menghadapi PS Barito Putera.
Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan kondisi Injai terus membaik dan berpotensi bisa diturunkan ketika Super Elja menjamu Barito Putera. Namun, keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi kebugaran pemain.
"Kami belum tahu 100%, tapi sepertinya Injai bisa bergabung dengan kami. Kami akan lihat lagi besok apakah dia cukup bugar. Tapi yang pasti, saya pikir melawan Barito dia akan oke. Besok kami putuskan apakah dia juga bisa ikut ke Persipura," ungkap Huistra pada Selasa (20/1/2026).
Meski peluang tampil melawan Barito Putera terbuka, Huistra belum memastikan apakah Injai akan masuk dalam skuad yang dibawa PSS ke Jayapura untuk menghadapi Persipura.
Ia menegaskan hanya akan membawa Injai apabila sang pemain memiliki kemungkinan untuk diturunkan saat menghadapi Tim Mutiara Hitam. Keputusan final akan diambil pada Rabu (21/1/2026).
"Kami hanya akan membawanya jika ada kemungkinan dia bisa bermain. Jika tidak, kami tidak akan membawanya. Jadi besok kami membuat keputusan final apakah akan membawanya ke Papua," tegasnya.
Huistra juga membeberkan kondisi terkini Injai dalam sesi latihan terakhir. Menurutnya, pemain berpostur 1,9 meter tersebut sudah mengikuti latihan penuh bersama skuad Super Elja.
"Tadi dia ikut latihan seharian penuh hari ini. Jadi itu terlihat bagus," tegasnya.
Sebelumnya, Dokter Tim PSS Sleman, Riko Arundito, menjelaskan cedera yang dialami Injai berupa inflamasi atau peradangan pada telapak kaki kanan. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan pada saraf dan menimbulkan rasa nyeri.
"Update kondisi Injai. Update-nya memang ada inflamasi di bagian telapak kakinya, di telapak kaki yang kanan. Terus karena inflamasi, jadi dia menekan ke sarafnya sehingga menyebabkan adanya nyeri," terang Riko pada Jumat (2/1/2026).
Dalam penjelasan medis, Riko menyebut Injai mengalami Plantar Fasciitis, yakni peradangan pada tendon telapak kaki yang memanjang dari Achilles hingga ke bagian depan kaki. Pembengkakan pada area tersebut menekan saraf dan memicu rasa sakit.
"Plantar Fasciitis itu ya karena di telapak kaki itu kan tendonnya dia dari Achilles ke depan. Nah itu dia bengkak, kalau bengkak itu di situ kan memang banyak aliran sarafnya, jadi dia menekan ke sarafnya terus memunculkan rasa nyeri," tandasnya.
Riko menambahkan, nyeri paling terasa saat pagi hari dan dapat meningkat ketika Injai berjalan menggunakan alas kaki yang keras, termasuk sepatu sepak bola.
"Biasanya pagi hari itu kerasa nyeri. Terus nanti kalau dipakai jalan, terutama dengan mungkin sepatu yang keras, gitu, dia akan terasa lebih nyeri. Kalau sepatu bola kan relatifnya keras. Kalau sepatu biasa sih bilangnya nggak nyeri," jelas Riko.
Ia juga mengungkapkan bahwa Injai memiliki riwayat cedera di bagian kaki tersebut, meski sudah terjadi cukup lama. Benturan dengan pemain Persipal Palu pada laga sebelumnya disebut memicu kambuhnya cedera tersebut.
"Sebenarnya memang sudah punya riwayat cedera di situ sebelumnya, tapi sudah lama. Terus kemarin karena ada benturan dengan pemain Palu, terus akhirnya kambuh lagi," jelasnya.
Akibat cedera tersebut, Injai harus menepi selama tiga pekan terhitung sejak laga terakhir kontra Persipal Palu. Selama masa itu, ia menjalani proses pemulihan dan diistirahatkan dari pertandingan.
Riko memastikan tidak ada tindakan operasi yang diperlukan. Sebagai gantinya, Injai menjalani shockwave therapy di rumah sakit serta injeksi obat untuk mengatasi peradangan.
Melihat riwayat cederanya, tim medis merekomendasikan Injai menggunakan sepatu dengan sol khusus guna meminimalkan risiko kambuh.
"Kalau menghindari kambuh kembali, sebenarnya memang perlu kalau pilihan sepatu biasanya memang perlu sol khusus untuk yang punya riwayat dengan Plantar Fasciitis. Terus pilihan sepatunya juga nggak bisa asal, harus yang nyaman," jelasnya.
Selain itu, Injai juga disarankan memperbanyak waktu pemulihan setelah latihan maupun pertandingan, mengingat karakter lapangan yang berbeda-beda dapat memengaruhi kondisi kakinya.
"Ya lebih banyak recovery setelah latihan, terutama karena kalau di sepak bola kan lebih banyak menapakinya keras, dan lapangan juga macam-macam ya, ada yang dia standarnya bagus, empuk, tapi ada yang keras juga. Nah, itu jadi perlu recovery lebih terutama yang punya riwayat di Plantar Fasciitis," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 hours ago
3















































