Penampakan gapura selamat datang di Jalan Bantul yang telah dirobohkan karena terdampak proyek pelebaran jalan pada Kamis (28/8 - 2025) malam. Dokumentasi Istimewa (email)
Harianjogja.com, BANTUL – Gapura Selamat datang di Jalan Bantul dibongkar akibat terdampak proyek pelebaran jalan di wilayah tersebut. Pembongkaran dilakukan pada Kamis (28/8/2025) malam menggunakan alat berat demi mempercepat pekerjaan dan menghindari penutupan jalan terlalu lama.
Penanggung jawab proyek pelebaran Jalan Bantul, Zainal Mutaqim menjelaskan, gapura harus dibongkar karena posisinya berada tepat di tengah jalur yang akan dilebarkan. “Kalau tidak dirobohkan, potensi gapura ada di tengah jalan. Itu membahayakan pengguna jalan,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Proses pembongkaran dimulai sejak pagi dengan membongkar ornamen, lalu dilanjutkan pada malam hari untuk struktur utama. Pekerjaan dilakukan dengan melibatkan Polres, Polsek, dan Dishub Bantul guna pengaturan lalu lintas. “Sekitar pukul 03.00 Jumat dini hari jalan sudah bersih dan bisa dilalui kembali,” kata Zainal.
BACA JUGA: Demonstran Bakar Bangunan Aset MPR RI di Bandung
Zainal menyatakan, pembongkaran gapura sudah melalui koordinasi dengan Bupati, Dinas Pariwisata, hingga perangkat desa. Gapura sendiri merupakan aset Dinas Pariwisata Bantul. “Untuk rencana pembangunan kembali, itu kewenangan Dinas Pariwisata,” jelasnya.
Gapura selamat datang kota bantul sebelum dirobohkan untuk pelebaran jalan
Saat ini, progres fisik pelebaran Jalan Bantul baru mencapai 13,5 persen. Pekerjaan masih fokus pada penimbunan rel kereta lama, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), serta pemasangan saluran. “Pengaspalan belum bisa dilakukan, apalagi memasuki musim penghujan. Yang jelas, pekerjaan lain tetap bisa berjalan,” ungkap Zainal.
Ia menambahkan, pengerjaan di lapangan sudah memperhitungkan kondisi musim. Untuk pengendalian banjir, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air serta para petani di sekitar jalur proyek.
Proyek pelebaran Jalan Bantul ini ditargetkan membuka akses transportasi lebih lancar sekaligus mendukung mobilitas ekonomi wilayah. Sementara, Sub Koordinator Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Aji membenarkan bahwa gapura merupakan aset dinasnya. Namun, soal pembangunan kembali akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak DPUPKP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News