Hadiri Konkerprov PGRI Sumbar, Fadly Amran Tekankan Peran Guru di Era Perubahan Global

1 hour ago 1

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan komitmennya memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan sinergi organisasi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumbar Tahun 2026 di Hotel Truntum, Jumat (4/9/2026) malam.

Forum yang berlangsung selama 4-6 September 2026 itu menjadi momentum penting bagi PGRI Sumbar untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Sumatera Barat.

Konkerprov I PGRI Sumbar dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Unifah Rosyidi, Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua PGRI Sumbar Darmalis, Sekretaris Umum PGRI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Konkerprov I PGRI Sumbar 2026 Ernella, serta para Ketua PGRI kabupaten/kota se-Sumbar.

Mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”, Konkerprov tidak sekadar menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat tekad insan pendidikan dalam menjawab berbagai perubahan dan tuntutan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi turut mengukuhkan Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat Masa Bakti XXIII Tahun 2024-2029.

Pengukuhan tersebut menjadi simbol penguatan perhatian dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap para guru yang berada di garis depan dalam mendidik dan membentuk generasi penerus bangsa.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan guru memiliki peran yang tidak tergantikan dalam perjalanan pendidikan bangsa. Menurutnya, perubahan zaman dan perkembangan global justru membuat posisi guru semakin strategis, bukan hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan nilai kehidupan peserta didik.

“Kasih sayang seorang guru tidak akan pernah habis sepanjang masa. Semoga dedikasi dan pengabdian para guru terus menjadi kekuatan dalam mencerdaskan generasi bangsa,” ujar Fadly.

Ia menilai guru merupakan salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus karakter kuat. Di tengah perubahan teknologi, arus informasi, dan tantangan global yang semakin cepat, pendidikan dituntut mampu melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, berintegritas, dan memiliki daya saing.

Karena itu, Fadly menyebut keberadaan PGRI menjadi penting sebagai wadah yang dapat memperkuat kapasitas sekaligus memperjuangkan profesionalisme guru.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam konteks Kota Padang, Fadly juga menempatkan guru sebagai aktor penting dalam menyukseskan berbagai program unggulan pemerintah daerah, terutama Padang Juara dan Smart Surau.

“Peran guru sangat penting dalam menyukseskan Program Padang Juara dan Smart Surau di Kota Padang, sehingga pendidikan tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing. Saya yakin dengan kolaborasi program Pemko Padang untuk peningkatan kapasitas guru, akan memberikan hasil terbaik bagi pendidikan kita semua,” katanya.

Fadly berharap Konkerprov I PGRI Sumbar dapat menghasilkan berbagai gagasan dan keputusan yang mampu memperkuat peran guru di tengah dinamika pendidikan. Ia juga mengapresiasi kepercayaan PGRI Sumbar yang memilih Kota Padang sebagai lokasi pelaksanaan forum tersebut.

Menurutnya, menjadi tuan rumah kegiatan organisasi guru tingkat provinsi merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kota Padang dengan PGRI.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi yang membuka secara resmi Konkerprov I PGRI Sumbar menekankan pentingnya penguatan peran guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Mahyeldi menilai kualitas pendidikan sangat berkaitan erat dengan kualitas tenaga pendidik. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru harus menjadi perhatian bersama, termasuk melalui penguatan organisasi profesi seperti PGRI.

Menurutnya, PGRI memiliki posisi strategis dalam membangun profesionalisme guru sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarpendidik di seluruh Sumatera Barat.

Ia berharap Konkerprov mampu menjadi forum yang menghasilkan rumusan konkret dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Tantangan pendidikan, kata dia, terus berkembang sehingga diperlukan kemampuan untuk beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan dan karakter yang menjadi kekuatan masyarakat Sumbar.

Pada kesempatan yang sama, Ny. Harneli Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PGRI Sumbar yang mengukuhkan dirinya sebagai Ibunda Guru PGRI Sumbar.

Baginya, amanah tersebut bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi juga tanggung jawab untuk ikut memperkuat perhatian terhadap para guru dan dunia pendidikan.

Ia bertekad menjalankan amanah tersebut dengan baik, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap guru serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing.

Menurutnya, guru merupakan sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan kehidupan seorang anak. Dedikasi seorang guru bahkan tidak berhenti ketika proses pembelajaran di ruang kelas selesai, karena nilai, keteladanan, dan karakter yang ditanamkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik sepanjang hidupnya.

Ketua PGRI Sumbar Darmalis bersama jajaran pengurus pun mendorong agar Konkerprov menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Sekretaris Umum PGRI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Konkerprov I PGRI Sumbar 2026, Ernella, mengatakan forum tersebut merupakan Konkerprov perdana yang digelar PGRI Sumbar.

“Konkerprov ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah penguatan profesionalisme dan mutu guru di Sumbar,” ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan Konkerprov menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi untuk mengevaluasi program kerja, menyusun agenda ke depan, sekaligus menyatukan langkah seluruh jajaran PGRI di Sumatera Barat.

Kehadiran para pengurus PGRI kabupaten/kota se-Sumbar diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan memperluas ruang kolaborasi. Dengan solidaritas yang semakin kuat, PGRI diyakini dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Lebih jauh, forum tersebut juga menjadi ruang untuk melihat berbagai persoalan yang dihadapi guru di lapangan. Mulai dari pengembangan kompetensi, peningkatan profesionalisme, dinamika pembelajaran, hingga kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik.

Konkerprov I PGRI Sumbar diharapkan tidak berhenti pada forum pembahasan organisasi. Lebih dari itu, hasil konferensi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang berdampak terhadap peningkatan kualitas guru dan layanan pendidikan.

Dengan menguatnya solidaritas antaranggota dan jajaran pengurus, PGRI Sumbar diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Sumatera Barat yang unggul.

Sebab, di balik setiap kebijakan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, terdapat guru yang menjalankan peran penting di ruang-ruang kelas. Dari tangan para guru pula, generasi masa depan dipersiapkan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.

Karena itu, penguatan guru bukan hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas profesi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Sumatera Barat dan Indonesia.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news