
Salah satu pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Bantul, Selasa (7/11/2023)(Harian Jogja/Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mulai mengantisipasi kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul mencatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dalam lima hari terakhir. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dimulainya aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain ayam potong yang naik dari Rp32.000 menjadi Rp33.000 per kilogram. Harga cabai merah besar juga meningkat dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Selain itu, cabai rawit merah tercatat naik dari Rp31.000 menjadi Rp31.600 per kilogram dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara harga udang ukuran sedang meningkat dari Rp89.000 menjadi Rp90.333 per kilogram.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kenaikan harga tersebut secara langsung dipicu oleh kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Namun, ia mengakui peningkatan permintaan biasanya akan berpengaruh terhadap pergerakan harga di pasar.
“Yang jelas harga bahan pokok ini kan sensitif. Ketika permintaan naik biasanya juga akan diikuti oleh kenaikan harga,” kata Prapta, Jumat (24/7/2026).
Meski demikian, Prapta memastikan stok bahan pokok di Kabupaten Bantul masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk memastikan pasokan tidak terganggu.
Menurutnya, kebutuhan bahan baku untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana MBG tidak seluruhnya dipenuhi dari pasar tradisional. Sebagian dapur MBG memperoleh bahan pangan langsung dari pemasok maupun petani.
“Kalau di pasar ada yang diambil juga, tapi langsung dari pemasok juga ada. Itu tergantung SPPG-nya masing-masing,” ujarnya.
Untuk mengendalikan harga, DKUKMPP Bantul tetap menjalankan operasi pasar di sejumlah lokasi. Program tersebut terutama difokuskan untuk menjaga ketersediaan komoditas tertentu yang banyak dibutuhkan masyarakat dan pedagang.
Prapta menjelaskan operasi pasar untuk produk Minyakita telah berjalan secara rutin. Ketika stok di pasar tradisional mulai menipis, pihaknya segera berkoordinasi untuk menambah pasokan.
“Operasi pasar sudah ada yang berjalan dan yang akan dijalankan seperti Minyak Kita itu memang rutin, begitu stok di pasar menipis langsung kami tindak lanjuti,” katanya.
Operasi pasar tersebut telah dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional, antara lain Pasar Imogiri, Pasar Bantul, dan Pasar Piyungan.
Selain Minyakita, pemerintah juga menyalurkan gula pasir melalui skema operasi pasar. Namun distribusi komoditas tersebut masih diprioritaskan untuk para pedagang pasar agar mereka memiliki tambahan stok dagangan.
“Selain itu juga ada gula pasir. Itu sama khusus untuk pedagang karena dari Bulog dan RNI,” ungkapnya.
Sementara bagi masyarakat umum, Pemkab Bantul menyiapkan program pasar murah yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.
Kegiatan pasar murah biasanya digelar menjelang hari besar keagamaan atau ketika terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi di pasaran. Langkah tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.
DKUKMPP Bantul memastikan akan terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas pangan dalam beberapa pekan ke depan, terutama setelah aktivitas sekolah kembali berjalan dan kebutuhan dapur MBG meningkat di berbagai wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1
















































