Hari Kebaya Nasional 24 Juli, Ini Sejarah dan Maknanya

4 hours ago 5

Jumali

Jumali Jum'at, 24 Juli 2026 07:57 WIB

Hari Kebaya Nasional 24 Juli, Ini Sejarah dan Maknanya

Ilustrasi Kebaya Indonesia - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 24 Juli kembali diperingati sebagai Hari Kebaya Nasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat sekaligus melestarikan kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang telah diwariskan lintas generasi.

Penetapan Hari Kebaya Nasional dilakukan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2023. Kehadiran hari peringatan ini menjadi bentuk pengakuan negara terhadap kebaya sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Lebih dari sekadar pakaian tradisional, kebaya dianggap merepresentasikan jati diri perempuan Indonesia. Busana ini juga menjadi simbol keberagaman karena hadir dalam berbagai bentuk dan gaya di banyak daerah di Nusantara.

Berawal dari Kongres Perempuan Indonesia

Penetapan tanggal 24 Juli tidak dipilih secara sembarangan. Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah saat berlangsungnya Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-10 pada 24 Juli 1964.

Saat itu, Presiden Soekarno menghadiri kongres yang diikuti lebih dari 7.000 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, seluruh peserta hadir dengan mengenakan kebaya.

Momen tersebut kemudian dikenang sebagai simbol persatuan perempuan Indonesia yang berasal dari latar belakang budaya, suku, dan daerah yang berbeda. Kebaya menjadi benang merah yang menyatukan identitas mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, berbagai organisasi perempuan, komunitas kebaya, serta budayawan mengusulkan agar tanggal bersejarah tersebut diperingati secara nasional. Usulan itu akhirnya diwujudkan pemerintah melalui penerbitan Keppres Nomor 19 Tahun 2023.

Kebaya dan Perjalanan Panjang Budaya Nusantara

Sejarah kebaya sendiri telah berlangsung selama ratusan tahun. Sejumlah catatan menyebut busana ini mulai dikenal di Nusantara sekitar abad ke-15 hingga ke-16.

Perkembangannya tidak lepas dari interaksi budaya yang terjadi melalui jalur perdagangan internasional. Pengaruh budaya Arab, Tiongkok, hingga Portugis turut mewarnai bentuk dan perkembangan kebaya dari masa ke masa.

Meski mengalami banyak perubahan desain, kebaya tetap mempertahankan karakter utamanya sebagai busana yang mencerminkan keanggunan dan nilai budaya Indonesia.

Kini, kebaya tidak hanya dikenakan dalam acara adat dan pernikahan, tetapi juga tampil dalam berbagai forum resmi, kegiatan kenegaraan, hingga ajang internasional sebagai representasi budaya Indonesia.

Jenis Kebaya yang Umum Dikenakan

Tidak ada aturan khusus mengenai model kebaya yang harus digunakan saat Hari Kebaya Nasional. Pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengenakan berbagai jenis kebaya sesuai tradisi dan preferensi masing-masing.

Beberapa model yang paling sering dikenakan dalam peringatan Hari Kebaya Nasional antara lain:

  • Kebaya Jawa
  • Kebaya Kutubaru
  • Kebaya Kartini
  • Kebaya Encim
  • Kebaya Bali
  • Kebaya Janggan
  • Kebaya Modern yang dipadukan dengan rok batik atau celana berbahan katun

Keberagaman model tersebut menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Apakah Hari Kebaya Nasional Libur?

Meski menjadi hari peringatan nasional, Hari Kebaya Nasional bukan termasuk hari libur nasional.

Aktivitas perkantoran, sekolah, maupun layanan publik tetap berjalan seperti biasa. Namun demikian, masyarakat dapat merayakannya dengan berbagai cara sederhana, seperti mengenakan kebaya saat bekerja atau sekolah, mengikuti kegiatan budaya, parade kebaya, hingga membagikan foto berkebaya melalui media sosial.

Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol identitas bangsa yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news