Sejumlah kendaraan melewati pertigaan Jalan Solo di kawasan Candi Prambanan, Rabu (2/4/2025). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA – Polda DIY menyebut terjadi peningkatan volume kendaraan yang keluar dari Bumi Mataram sejak Hari Raya Idulfitri. Peningkatan jumlah kendaraan itu diketahui dari hasil pemantauan CCTV di batas provinsi melalui Posko Operasi Ketupat Progo 2025.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengungkapkan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jogja mengalami lonjakan signifikan. “Di hari H Lebaran, kendaraan yang keluar dari wilayah DIY tercatat sebanyak 115.464 unit. Kemudian pada H+1 jumlah tersebut meningkat menjadi 156.347 kendaraan, atau bertambah sebanyak 40.883 kendaraan,” ungkapnya, Rabu (2/4/2025).
BACA JUGA : Mau ke Malioboro? Parkir di Gor Amongraga, Ada Shuttle Bus Siap Mengantar
Lebih lanjut, pada Rabu hingga pukul 12.00 WIB pada hari ketiga Lebaran titik arus balik tertinggi tercatat di batas provinsi Tempel, Sleman dengan jumlah kendaraan keluar mencapai 23.753 unit. Selain itu, di Prambanan, Sleman juga tercatat 21.029 kendaraan meninggalkan DIY, sementara di Entry Tol Tamanmartani, Sleman jumlah kendaraan yang keluar mencapai 3.078 unit.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama arus balik, Polda DIY telah mengerahkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan yang sering dilalui pemudik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada para pengendara. “Kami akan terus memantau dan pengaturan arus lalu lintas agar perjalanan pemudik tetap lancar,” kata Ihsan.
BACA JUGA : Sehari, 41.197 Kendaraan Keluar dari Pintu Tol di Klaten
Selain itu, Polda DIY juga mengimbau kepada seluruh pemudik untuk selalu berhati-hati dalam berkendara dan mengutamakan keselamatan. “Ikuti arahan petugas di lapangan, jangan terburu-buru dan pastikan kondisi kendaraan prima agar perjalanan arus balik berjalan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News