Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru

6 hours ago 5

Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran mengaku menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco di Arab Saudi menggunakan pesawat nirawak atau drone. Serangan tersebut terjadi hanya dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan di tengah meningkatnya ketidakstabilan regional akibat perang AS-Israel terhadap Iran.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree sebagaimana dilansir Reuters mengatakan serangan menggunakan drone diarahkan ke kilang minyak Jazan. Fasilitas tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Houthi dan diketahui memiliki kapasitas memproses 400.000 barel minyak mentah per hari.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi adanya kebakaran di kilang minyak tersebut. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban luka dalam insiden itu, sementara pihak berwenang masih menangani kejadian tersebut tanpa menjelaskan penyebab kebakaran.

Serangan terhadap fasilitas energi Saudi Aramco itu menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Houthi pada bulan lalu mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah dengan alasan yang mereka sebut sebagai pengepungan Saudi terhadap kelompok tersebut, tuduhan yang dibantah Riyadh.

Serangan Terjadi Setelah Pakta Pertahanan

Serangan Houthi ke Jazan berlangsung dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat daya tangkal atau collective deterrence terhadap tindakan agresi di tengah ketidakstabilan kawasan.

Pakta itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap semuanya. Namun, belum jelas apakah atau bagaimana Pakistan maupun Turki akan bergabung dalam respons Arab Saudi terhadap serangan terbaru Houthi.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan sebelumnya mengatakan pada Jumat ketika aliansi tersebut diumumkan bahwa kesepakatan itu tidak ditujukan kepada Iran atau negara mana pun. Menurutnya, pakta tersebut merupakan komitmen umum untuk mendukung keamanan ketiga negara sekutu.

Fidan mengatakan para sekutu akan menentukan melalui konsultasi mengenai tingkat, bentuk, dan format dukungan yang akan diminta apabila salah satu dari mereka mengalami serangan.

Hingga Minggu, militer, angkatan udara, kantor perdana menteri, serta kementerian informasi dan luar negeri Pakistan belum menanggapi permintaan komentar terkait kemungkinan dampak serangan terhadap kilang minyak tersebut. Pemerintah Turki juga belum memberikan tanggapan.

Houthi Klaim Serang Pelabuhan Mocha

Selain mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan, Yahya Saree dalam pernyataan terpisah mengatakan Houthi melakukan serangan rudal dan drone terhadap kota pelabuhan Mocha di Laut Merah, Yaman.

Pelabuhan Mocha berada di bawah kendali pemerintah yang berbasis di Aden. Lokasinya berdekatan dengan Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan bagian selatan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.

Posisi Bab el-Mandeb memiliki arti penting bagi Arab Saudi. Jika selat tersebut ditutup, Arab Saudi akan kehilangan jalur alternatif menuju Selat Hormuz.

Tiga sumber pemerintah Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa sistem pertahanan udara mencegat drone yang diluncurkan Houthi ke arah dermaga komersial dan fasilitas penyimpanan di pelabuhan tersebut.

Saree mengatakan serangan Houthi di wilayah itu menargetkan pasukan Arab Saudi serta arsenal persenjataan mereka. Hingga laporan tersebut disusun, belum ada komentar dari pihak Arab Saudi mengenai serangan di Yaman.

Rashad al-Alimi, kepala dewan kepresidenan Yaman yang didukung Arab Saudi, pada Minggu memberikan pengarahan mengenai perkembangan situasi kepada Kuasa Usaha Misi AS untuk Yaman, Neil Hop, menurut sebuah pernyataan.

Al-Alimi mengatakan serangan Houthi membuat masyarakat internasional, terutama Amerika Serikat, memiliki tanggung jawab untuk "melangkah lebih jauh dari sekadar membendung ancaman Houthi hingga mengatasi sumber dan instrumennya".

Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Pelabuhan

Juru bicara militer Yaman mengatakan serangan terhadap pelabuhan tersebut menewaskan tujuh orang. Kementerian Perhitungan Yaman juga menyatakan serangan menyebabkan kerusakan parah terhadap infrastruktur pelabuhan.

"Ini menandai serangan lain terhadap fasilitas sipil vital yang melayani warga dan berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas komersial dan maritim di Laut Merah," kata kementerian tersebut.

Serangkaian serangan itu berlangsung ketika kawasan tersebut masih menghadapi gangguan terhadap jalur perdagangan dan energi. Iran dan kelompok-kelompok bersenjata Muslim Syiah sekutunya telah menggempur Arab Saudi serta negara-negara Teluk lainnya dan memblokade pengiriman energi mereka sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu dalam eskalasi besar setelah bertahun-tahun mengalami gejolak regional.

Situasi tersebut turut memengaruhi jalur pasokan energi global. Negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung untuk mencapai kesepakatan damai, sementara akses menuju Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pasokan energi, menjadi salah satu ganjalan utama.

Serangan Houthi di Laut Merah juga telah memperburuk gangguan pasokan ke pasar global. Kondisi tersebut membuat keamanan jalur pelayaran dan fasilitas energi di kawasan menjadi perhatian penting bagi pasar energi internasional.

Kilang Jazan Pernah Ditutup Akhir Juli

Kilang minyak Jazan sebelumnya sempat ditutup pada akhir Juli. Dalam perkembangan terbaru, fasilitas tersebut kembali menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan Houthi menggunakan drone.

Saudi Aramco sendiri telah beberapa kali menjadi sasaran serangan Houthi. Selain fasilitas di Jazan, kelompok tersebut juga pernah menyerang Yanbu di kawasan Laut Merah.

Dalam serangan terbaru di Jazan, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan kebakaran sempat terjadi di kilang. Namun, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Serangan terhadap fasilitas energi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perkembangan keamanan di Laut Merah dan kawasan sekitarnya. Pada saat yang sama, belum terdapat kejelasan mengenai bentuk respons Arab Saudi maupun keterlibatan Turki dan Pakistan setelah ketiga negara menandatangani pakta pertahanan.

Laporan ini disusun oleh Hatem Maher, Nayera Abdallah, Tala Ramadan, Mohammed Ghobari di Aden, Menna Alaa El-Din di Kairo, dan Ariba Shahid di Karachi. Penulisan oleh Menna Alaa El-Din di Kairo, dengan penyuntingan William Mallard, Lincoln Feast, Philippa Fletcher, dan Barbara Lewis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Reuters

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news