
Kabinet Merah Putih memaparkan 12 capaian strategis hingga Juli 2026, mulai dari ketahanan pangan, energi, BUMN, hingga pasar karbon. /Antara.
JAKARTA—Kabinet Merah Putih mencatatkan sejumlah capaian di berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga reformasi badan usaha milik negara (BUMN) hingga Juli 2026, seperti berikut.
.jpg)
"Menjelang dua tahun kita telah bekerja sangat keras, sangat padat. Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah." — Presiden Prabowo Subianto.
(Data Setpres, 20 Juli 2026)
Poin-Poin Capaian Sektor Strategis:
- Swasembada 8 komoditas pangan, antara lain beras dan telur ayam.
- Cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah mencapai 5,19 juta ton pada Juli 2026.
- Nilai Tukar Petani mencapai level tertinggi 127,73 pada Mei 2026.
- Swasembada BBM solar dengan penerapan B50.
- Pembangunan proyek Gas Abadi Masela dengan investasi 20,9 miliar dolar AS.
- Kilang Balikpapan rampung dibangun dengan nilai investasi Rp123 triliun.
- Pembentukan Danantara dengan kelolaan aset negara >1 triliun dolar AS.
- Pendirian Bank Emas dengan pengelolaan 153 ton emas.
- 100 Kampung Nelayan Merah Putih selesai dibangun.
- 1.000 Koperasi Desa Merah Putih beroperasi.
- 250 BUMN ditutup dengan efisiensi sekitar Rp50 triliun.
- Sistem Registri Unit Karbon mulai dijalankan untuk pasar karbon nasional.
Selama 18 bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai persoalan strategis di negeri ini akhirnya secara perlahan mulai menunjukkan kemajuan. Mencakup berbagai sektor mulai dari penanganan pangan, pupuk, kelangkaan LPG, pendidikan, hingga pendirian Bank Emas Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan, yang selama ini berpotensi menghambat kemajuan bangsa. Oleh karena itu Presiden Prabowo menyebut berbagai langkah pembenahan terus dilakukan secara konsisten di berbagai sektor.
Dalam rapat kabinet paripurna Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung kemampuan pemerintah dalam pengelolaan fiskal dan berbagai upaya untuk melakukan penghematan anggaran. Selain itu turut dilaporkan pula keadaan finansial nasional yang saat ini mengalami tren perkembangan positif.
Meski di tengah gejolak konflik dan ketidakpastian global dan tekanan fiskal, motor ekonomi nasional terus berputar dan masih membukukan pertumbuhan produk domestik bruto di angka 5,61 persen pada kuartal pertama 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































