
Ilustrasi vaksinasi hewan ternak./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) memperkuat upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggelar Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu (Yanduwan) pada triwulan III 2026. Program ini menyasar sekitar 350 ekor kambing dan domba di berbagai kelompok peternak guna memastikan kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis.
DPP Kota Jogja menargetkan layanan kesehatan hewan terpadu dapat meningkatkan kekebalan ternak dan memperkuat pengawasan terhadap potensi penyakit menular yang masih menjadi perhatian di wilayah Kota Jogja.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja, Sri Panggarti, mengatakan Yanduwan menjadi langkah preventif yang rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak ruminansia sekaligus mendukung upaya pencegahan PMK di tingkat peternak.
"Pada pelaksanaan Yanduwan kali ini, petugas memberikan vaksinasi PMK, vitamin, serta pengobatan cacing sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing ternak," katanya, Selasa (28/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan sejumlah layanan kesehatan hewan yang meliputi vaksinasi PMK, pemberian obat cacing (deworming), vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak, hingga pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, sebagian besar ternak yang diperiksa berada dalam kondisi sehat. Meski demikian, pemeriksaan secara menyeluruh tetap dilakukan guna memastikan tidak terdapat gejala penyakit yang berpotensi menular.
Sri menjelaskan, sejumlah penyakit hewan menular strategis yang terus diwaspadai pada ternak ruminansia antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), Septicaemia Epizootica (SE), dan antraks. Adapun pada ternak unggas, penyakit yang menjadi perhatian adalah Avian Influenza (AI) atau flu burung.
Menurutnya, upaya pencegahan PMK tidak hanya dilakukan melalui vaksinasi. DPP Kota Jogja juga terus melakukan pemantauan kesehatan ternak, memberikan edukasi kepada peternak terkait penerapan biosekuriti, serta memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Kota Jogja.
"Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit," katanya.
Sementara itu, Medik Veteriner DPP Kota Jogja, Imam Abror, mengatakan program Yanduwan dilaksanakan secara rutin setiap triwulan dengan menjangkau seluruh kelompok peternak di Kota Jogja. Program ini diharapkan mampu menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan sekaligus mempermudah pemantauan kondisi hewan ternak di lapangan.
"Kami mengimbau para peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar, memberikan pakan berkualitas, serta melakukan pemeliharaan ternak sesuai prinsip kesejahteraan hewan," ujarnya.
Imam juga mengimbau para peternak agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit maupun saat mendatangkan ternak baru dari luar daerah.
Menurutnya, pengawasan terhadap ternak yang masuk ke Kota Jogja menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis.
"Terutama bagi ternak yang masuk ke Kota Jogja harus dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus mencegah masuknya penyakit menular," katanya.
Melalui layanan kesehatan hewan terpadu yang dilakukan secara berkala, DPP Kota Jogja berharap kesehatan ternak tetap terjaga sehingga produktivitas peternak dapat dipertahankan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































